Menikmati Mukjizat Bahasa Al Qu’ran

Belajar Bahasa Arab tidak perlu banyak alasan. Semakin banyak alasan semakin sulit untuk mempertahankan alasan itu. Ustadz Herfi Ghulam Faizi, Lc menjelaskannya dalam soft launching Buku Mudah Berbahasa Arab di Masjid Darussalam, Griya Tugu Asri, Depok (Selasa/28/01/2020).

“Sederhana saja… Firman Allah sampai kepada kita dalam Bahasa Arab. Jika kita benar-benar mencintai Allah dan ingin menikmati kalam-kalam-Nya untuk kita, ya sudah kita belajar Bahasa Arab. Cukup menjadi alasan bagi seorang muslim belajar Bahasa Arab”. Ungkapnya.

Penulis Buku Mudah Berbahasa Arab ini mempertanyakan apa jadinya bila ada kondisi di antara dua kekasih yang berbeda bahasa mendapatkan surat cinta? Pasti akan mencari tahu, menanyakan, minimal memasukkan ke google translate. Sebab dia sedang menunggu untuk memahami apa yang sebenarnya kekasihnya sampaikan.

Inti dari semua mukjizat dalam Al Qur’an adalah bahasanya. Tentang kesehatan, astronomi, dan lainnya. Kesemuanya tentu akan dikaji dari sisi bahasanya. Belajar al Qur’an akan merangsang kita merasakan dahaga-dahaga keingintahuan dan kenikmatan kalamullah.

“Seseorang, dalam menikmati sesuatu itu berbeda-beda. Misalnya minum kopi. Ada yang cukup dengan kopi sachetan. Ada yang mesti dicampur beras. Ada yang puas kalau menggiling sendiri, meski lama. Ada yang menikmati setelah melakukan prosesnya sampai tersaji. Ada yang butuh waktu instan, ada yang butuh waktu persiapan saja sekitar 20 menit. Ada yang keliling kota di Indonesia dahulu mencari yang terbaik, eksperimen berbulan-bulan, untuk bisa menikmatinya”. Urainya.

Direktur Pendidikan Tinggi Yayasan Al Fatih ini mengungkapkan begitupun belajar al-Qur’an ada yang merasa cukup membaca tok, seperti meminum kopi sachet. Muslim yang memilih cara seperti ini tetap medapat pahala. Ada yang membaca ayatnya dan membaca terjemahannya, membutuhkan waktu yang lebih panjang. Ada pula yang levelnya meningkat, tidak cukup sekadar membaca ayatnya, membaca terjemahannya, tapi juga membaca tafsirnya. Ada yang tidak cukup dengan itu sebab dahaga keilmuannya tidak tertuntaskan lewat terjemahan dan kitab tafsir yang ringkas itu. Setelah semua itu terkadang masih juga belum memenuhi dahaganya, dia buka lagi kitab yang lain hanya untuk bisa memahami satu surat. Menyelami kata demi kata. Menikmati berlama-lama mendalami al Qur’an.

“Sebab tingkat kepuasan orang berbeda-beda, mari kita ukur diri di level mana kita menikmati al Qur’an. Apakah di bagian yang cepat puas, atau yang membutuhkan waktu lebih panjang sehingga mesti menguasai Bahasa Arab.” Pungkasnya. (Nunu Karlina)

Sebuah buku pembelajaran bahasa arab yang fokus pada pengokohan pondasi berbahasa Arab.

Layaknya sebuah bangunan dengan pondasi yang kokoh, maka diatas pondasi tersebut siap dibangun apa saja.

Begitu juga bahasa arab, dengan pondasi yang kokoh, insyaa Alloh akan lebih mudah untuk menguasai bidang2 lain dalam bahasa arab, percakapan, membaca literatur arab, balaghoh dan yg lainnya.

Dan yang khusus dari buku ini adalah metodenya yang menggunakan pendekatan tadabbur bahasa Alquran.

Karena sudah seharusnya alasan utama kita belajar bahasa arab adalah bagian usaha kita dalam memahami kitab suci kita.

Khalifah Umar ibn khattab R.A pernah memerintahkan untuk mempelajari bahasa arab, karena itu bagian dari agama kita.

Insyaa Alloh, buku ini bisa menjadi bagian wasilah untuk kita menjadi muslim yang lebih baik.

Buku ini dapat dibeli di sini:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia lainnya (Al Hadits)

Scroll to Top