Sahabatku terkasih yang disayangi Allah, Kalau harus memilih, Apa pilihanmu, mencintai atau dicintai? Mencintai adalah kebutuhan, sedangkan dicintai adalah bonus yang menyeimbangkan akibat engkau mencintai. Semakin banyak engkau mencintai, maka semakin layak engkau dicintai.

Cinta bukanlah hasrat untuk memiliki, layaknya ABG yang mengumbar nafsunya terhadap anak orang, layaknya laki-laki hidung belang yang membeli cinta di rumah bordir, layaknya laki-laki atau wanita pesakitan yang menyelingkuhi istri/suami orang, tapi cinta adalah kemampuan menghormati dan menghargai orang yang dicintai sebagaimana kita menghormati dan menghargai diri kita sendiri. Sebab kita semua terhubung.

So, ketika ada seorang pria secara khusus mengatakan kepada seseorang “AKU MENCINTAIMU” maka maknanya bukanlah “aku berhasrat memilikimu’ tapi lebih tepat dimaknai “aku menghormati dan menghargaimu karena Allah, maka aku takkan menyentuhmu sebelum engkau halal bagiku”.

Sahabatku terkasih, bagaimanapun juga, Menikah dini adalah pilihan mulia bagi manusia mulia daripada pacaran dini, apalagi berzina dini. Na’udzubillaahi mindzaalik.

Terimakasih kang Zain, tulisannya. Semoga ini menjadi panduan bagi orang-orang yang sedang dilanda cinta buta, menyadarkan mereka agar segera kembali kepada kesejatian cinta, yang telah ditulis pnaduannya di dalam KalamMu yang Mulia, Alquranul Kariim dan Sunnah NabiMu, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, suri tauladan manusia akhir zaman, yang amat menyayangi umatnya, mendoakan kita semua tetap terjaga di dalam petunjuk wahyu Allah.

Sebagaimana tertulis di dalam Alquran surat Al Anbiyaa ayat 107:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan Kami tidaklah mengutusmu (wahai Rasul) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh manusia.

Maka barangsiapa beriman kepadamu, niscaya dia akan berbahagia dan selamat, dan barangsiapa tidak beriman, maka dia akan gagal dan merugi.

Lanjutan ayat berikutnya ayat 108 memperkuat posisi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pesuruh Allah (messenger of God), dan mengajak kepada kita semua untuk tunduk dan patuh pada aturan Allah dan RasulNya:

قُلْ إِنَّمَا يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Katakanlah: “Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: “Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa. maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)”.

Katakanlah, “Sesungguhnya (isi) wahyu yang diwahyukan kepadaku dan yang dengannya aku diutus adalah bahwa sesungguhnya Tuhan kalian yang berhak untuk diibadahi semata adalah Allah, maka hendaklah kalian berserah diri kepadaNya dan patuhlah untuk beribadah kepadaNya.”

Template Gratis Untuk Promosi Bisnis Anda

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia lainnya (Al Hadits)

Scroll to Top