Ustadz Adi Hidayat dalam salah satu ceramahnya mengatakan bahwa Visi manusia diturunkan ke bumi adalah untuk beribadah kepada Allah dan Misi manusia di bumi adalah memakmurkan bumiNya Allah. Semoga usaha dan kerja keras kita di dunia semata-mata untuk menjadikan bumi yang kita pijak ini dapat dikelola dengan baik, dengan benar dan membawa sebanyak-banyaknya manfaat untuk kepentingan seluruh umat manusia yang hidup di bumi. Dari misi yang dijabarkan di atas jadi sejatinya kita orang-orang beriman adalah pelayan-pelayan umat manusia di bumi. Untuk menjadi pelayan yang baik yang dapat melayani umat manusia sepenuh hati hanya dapat direalisasikan oleh orang-orang yang beriman, mengakui Allah sebagai Tuhannya dan mengakui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Nabinya. Hanyalah orang-orang yang berpikir dan memahami visi dan misi hidupnya sebagai manusia yang dapat menjadi pelayan umat manusia.

Dalam sebuah Hadits Nabi bersabda :
Sebaik-baik manusia manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia.

Jelas korelasinya, memberi manfaat sesungguhnya adalah memberi dan melayani hidup dan kehidupan manusia agar hidup dan kehidupannya menjadi baik, lebih baik dan dengannya maka kemakmuran di bumi sebagaiman Misi hidup kita semua manusia dapat terwujud. Semua itu harus di mulai dari kita, orang yang lebih dulu diberi hidayah sebagai orang beriman, hamba yang bertauhid, hanya menyembah kepada Allah, yakin kepada kehendak dan iradat Allah. Mengajak semua umat manusia menuju kepada Visi dan Misinya yang sebenarnya, itulah sebenar-benarnya pelayanan.

Bicara melayani, Islamlah pelopornya, orang beriman eksekutornya. Maka menjadi lucu dan di luar nalar logika kita ketika ada seorang yang mengaku agamanya Islam, beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam namun acuh tak acuh, masa bodoh dan tak mempedulikan manusia di sekelilingnya. Sejatinya dia belum mengetahui dan memahami apa maksud Allah menciptakan dirinya, na’uudzubillahi min dzaalik.

Apapuun profesi dan jabatan kita pada dasarnya kita adalah pelayan. Lihatlah bagaiman seorang CEO yang notabene bukan Islam, Allah muliakan kehidupan dunianya dengan menjadi orang terkaya di dunia tahun ini 2019. Dia adalah Jeff Bezos pemilik Amazon. Allah tak memandang agamanya selama dia menjalankan Misi kehidupan dunianya selaras dengan yang Allah tetapkan, maka Allah akan berikan dan muliakan hidupnya di dunia. Namun tidak untuk akhiratnya. Karena jika bicara kemuliaan hidup di akhirat yaitu mendapat nikmat dengan masuk surga yang Allah sediakan, hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang beriman saja. Baik saja tidak cukup untuk akhirat namun harus benar menurut timbangan Wahyu Alquran dan dijelaskan di dalam hadits-hadits Nabi.

Jeff Bezos dinobatkan sebagai pelayan terbaik terhadap konsumennya. Kita bisa meniru dan mengikuti cara dia melayani pelanggan, tapi sayang untuk visinya tidak bisa kita ikuti selama dia belum menjadikan Islam sebagai agamanya.

Dalam QS Ali Imran ayat 19 :
Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah Islam

Orang yang belum Islam, belum mengimani bahwa Islamlah agama yang benar di dunia maka kemuliaannya hanya sampai dunia. Visinya tidak sampai ke akhirat orang yang tidak mengimani Islam. Itulah aturan Allah sebagai pemilik, pencipta seluruh jagad raya termasuk kita manusia. Allah menginginkan kita menjadi pemakmur bumi sekaligus menjadi hambaNya yang shalih/ah yang hanya menyembah Allah saja.

Anda insan pebisnis, sudah seberapa jauhkah anda melayani konsumen-konsumen anda ? Anda sebagai dosen, sudah seberapa baikkah anda melayani mahasiswa/i anda ? anda sebagai profesional di kantor, sudah seberapa baikkah anda melayani atasan anda ? anda pemilik perusahaan, sudah seberapa baikkah anda melayani karyawan anda ?.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia lainnya (Al Hadits)

Scroll to Top