Kulihat Islam di sini, Sebuah Pilihan Pesta Pernikahan di Zaman Milenial

Home » Kulihat Islam di sini, Sebuah Pilihan Pesta Pernikahan di Zaman Milenial

Seorang kawan sastrawan pernah menulis demikian:
Jatuh cinta itu tak butuh biaya, tak butuh modal, tak butuh tenaga, tak butuh keberanian, tak butuh pikiran, dan tak butuh alasan. Jatuh cinta, ya begitu saja. Tiba-tiba dan kadang tak terduga. Yang butuh biaya, modal, tenaga, keberanian, pikiran, dan alasan, ya untuk menyatakannya, mempertahankannya, dan mengabadikannya dalam pernikahan. Tapi, pernikahan itu ibadah. Maka, menikahlah. Hanya sayangnya sekarang, menikah mungkin adalah ibadah yang paling mahal harganya. Kesimpulannya: ternyata ibadah cinta adalah ibadah yang paling mahal.

Setelah membaca ini, insyaAllah dia akan meralat bahwa ibadah cinta bukan ibadah yang paling mahal ternyata. Selamat membaca kawanku.

Budaya Perayaan Pernikahan ala jawa (Solo dan sekitarnya) yang murah meriah, islami, sesuai tuntunan Islam dan anti mubazir, tamu pulang tidak kekenyangan, karena begitu banyaknya pilihan makanan yang menggelapkan mata dan meningkatkan selera makan kita. Mengurangi terbuangnya banyak makanan minuman, karena ambil banyak yang dimakan hanya sedikit. Jika anda seorang muslim/ah yang baik, tentu akan menjadikan gaya perayaan pernikahan ini sebagai pilihan, insyaAllah semakin barakah dan kelebihan dana bias dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih manfaat, untuk sedekah fakir miskin dan dhuafa atau bisa juga sebagiannya untuk modal putra-putri mengarungi bahtera rumah tangganya. 

Banyak orangtua bingung galau resah gelisah saat ingin menikahkan putrinya. Sebab apa? Sebabnya adalah biaya tidak tersedia untuk menyelenggarakan perayaan pernikahan yang tidak cukup puluhan juta, zaman kini butuh ratusan juta untuk menggelarnya. Dari sewa gedung, biaya catering untuk suguhan tamu, biaya perlengkapan busana pengantin dan panitia dan sebagainya.

Akhirnya apa yang terjadi? Pernikahan tertunda dan sang putripun kembali harus ‘berzina’ dengan pacarnya.Dan sang orangtuapun seakan mensahkan saja perilaku ini seakan bukan sebuah dosa yang nanti harus dipertanggungjawabkannya.

Pertanyaannya apakah ada perayaan pernikahan dengan biaya yang lebih murah ?

Mari kita menengok budaya pernikahan ala Jawa yang dapat memangkas puluhan bahkan ratusan juta biaya perayaan yang umum terjadi.
Hal pertama dan utama adalah anti boros anti mubazir, sangat minimal sekali makanan minuman terbuang. Karena memang semua sudah ditakar banyaknya dan diberikan secara bertahap tidak gelap mata dan lapar mata.

Yang kedua adalah semua tamu makan dan minum dalam posisi duduk rapi di tempatnya masing-masing. Sambil mendengarkan rangkaian acara perayaan pernikahan, pelayan dari Catering mengantarkan makanan kepada para tamu. Jadi semua tamu dilayani tanpa harus antri lama untuk mencicipi makanan dan dijamin tidak akan kehabisan.

Ketiga dan ini yang semakin membuat semakin Islami perayaan pernikahan ini adalah para tamu dipisah tempat duduknya antara tamu laki-laki dan tamu perempuan dan tanpa dikomando sebagian tamu perempuan berpakaian rapi tanpa terlihat belahan-belahan di lokasi-lokasi tertentu yang bisa membuat terganggu konsentrasi laki-laki yang melihatnya, seakan suasananya mendukung dan membuat para wanita harus menyesuaikan diri dalam berpakaian.
Secara lengkap, rangkaian sajian makanan dalam perayaan pernikahan ala Solo ini terangkum dalam satu kata yaitu USDEK. Kata ini adalah sebuah singkatan.

Mari kita telusuri masing-masing hurufnya.
U – U kepanjangan dari Unjukan. Unjukan artinya adalah minuman. Sajian pertama kepada para tamu adalah minuman TEH MANIS HANGAT. Apa filosofinya kenapa harus teh manis hangat? Ini perlu studi dan riset lebih lengkap untuk menjawabnya. Sementara kita menyoroti secara singkat prosesinya saja.
S – kepanjangan dari SNACK dikenal sebagai makanan kecil. Pengantar sebelum makan besar. Mendengarkan prosesi pernikahan seringkali membosankan. Snack sekedarnya untuk menemani dan membunuh rasa bosan, agar bias kembali konsentrasi mengikuti prosesi.
D – Dahar. Dahar ini maknanya adalah makanan besar. Inilah prosesi sajian inti dari perayaan pernikahan ala Solo setelah minum teh manis dan kue kecil. Dengan porsi tidak berlebih dan pas untuk ukuran orang Indonesia. Secara tersirat shohibul hajat meminta kepada para tamu doa terbaik untuk mereka wabil khusus putra putri mereka yang menikah.
E – E adalah ES KRIM makanan pencuci mulut / dessert. Tak lengkap rasanya sehabis makan tanpa dessert. Bisa buah, makanan kecil lagi, es buah es krim. Kenapa es krim dipilih sebagai desserr ? Wallahu a’lam.
K – K singkatan dari Kundur alias pulang. Dessert adalah makanan penutup selanjutnya para tamu dipersilahkan kembali ke tempatnya masing-masing, barangkali masih ada keperluan lain setelah acara ini.

Usailah sudah prosesi perayaan pernikahan ala Solo ini yang penuh dengan nilai-nilai kebaikan. Dengan budaya yang baik khas Indonesia khususnya masyarakat jawa sedih rasanya banyak di antara kita memilih budaya perayaan pernikahan yang sarat dengan pemborosan, penghambur-hamburan makanan/minuman
Dalam sebuah hadits Nabi bersabda yang artinya secara singkat sebagai berikut:
3 hal Allah benci seseorang yang :
1. Penyebar berita tidak jelas sumbernya/katanya
2. Pelaku pemboros/pemborosan
3. Banyak tanya terhadap suatu hal yang sudah jelas

Yuk kembali kepada kepribadian bangsa dengan nilai-nilai luhur yang penuh dengan kebaikan dan kemuliaan. Temukan kembali identitas diri kita yang sesungguhnya, campakkan yang lain kecuali ada kebaikan di dalamnya.

Anda ingin mengadakan perayaan pernikahan untuk anak-anak anda? Atau anda ingin menikah dalam waktu dekat ini? Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti perayaan pernikahan ala Jawa ini yang murah meriah, minimal makanan minuman terbuang, semua tamu terlayani dengan sempurna, tanpa campur baur laki-laki dan perempuan, makan minum tidak berlebihan dan duduk rapi di tempat yang disediakan. Ini adalah salah satu wujud nyata dari doa setiap orang yang ingin menikah agar pernikahannya kelak menjadi pernikahan yang sakinah, mawaddah dan rahmah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia lainnya (Al Hadits)

Scroll to Top