Kurangi bebanmu, tambah bekalmu
(Pesan Rasulullah kepada Mu’adz Bin Jabbal)

Islam adalah agama yang seimbang. Tidak ada satupun perintah atau larangan di dalam Islam, melainkan akan datang pula gantinya sebagai penyeimbang.

Di dalam buku yang berjudul Perkambangan Islam di China, sang penulis, Ibrahim Tian Yin Ma, menuliskan bahwa penemu konsep Yin and Yang adalah seorang muslim, seorang Princess, terinspirasi dari buku THE BOOK OF CHANGE, yang ternyata adalah Alquran.

Nasihat Islam, dimensinya adalah selalu dunia dan akhirat. Dunia adalah kondisi kita secara nyata saat ini berada dan akhirat kondisi masa depan yang semua muslim wajib meyakini keberadaannya, di sinilah kelak nanti semua perbuatan kita harus dipertanggungjawabkan di hadapan Hakim Yang Adil, Allah Subhaananhu Wa Ta’alaa.

Tauhid adalah kunci sukses kehidupan setiap muslim. Dengan Tauhid, tiada lagi sesuatu yang menjadi kesedihan, kesusahan, karena muslim memandang setiap kejadian adalah takdir Allah. Tidak ada satupun kejadian di dunia ini melainkan atas kehendakNya.

Dengan berpatokan pada Tauhid yang benar, maka beban seorang muslim sejatinya tidak akan melebihi kapasitasnya, karena seorang merespon segala sesuatu dengan Tauhid, bukan dengan akal semata apalagi berdasarkan nafsu.

Banyak kasus, kejatuhan seorang anak manusia, disebabkan karena nafsunya memimpin setiap merespon sesuatu. Akalnya tak mampu menghentikan nafsunya, apalagi iman tauhidnya.

Kita mulai kasus kejadian paling kecil, misalnya kemacetan di jalan, saat mobil, motor dan kendaraan lainnya berkumpul bersama di jalanan, yang muncul pertama kali saat merespon dengan nafsu adalah caci maki, klason nyaring berbunyi, berkelahi dengan sesama pengendara lainnya, dan sebagainya.

Kasus sehari-hari di dalam sebuah komplek perumahan, perseteruan kecil yang sering meletup, dari piaraannya yang buang hajat sembarang, mobil yang tidak punya garasi dan parkir sembarangan mengganggu jalan orang lain, pak RT yang menjadi gunjingan masyarakat sehabis shalat, padahal barusan menghadap Allah meminta ampun kepadaNya, memohon keselamatan dan surgaNya, tapi apa yang dilakukannya kemudian? menggunjing tetangganya sendiri. Dan masih banyak lagi kasus-kasus di komplek perumahan yang bahkan bisa lebih hebat dibanding contoh-contoh dalam tulisan ini.

Pernah terjadi gara-gara bersenggolan di jalan, seorang supir taxi menemui ajalnya di tinju oleh seorang PNS, seterunya di jalanan.

Kita ambil kasus yang lebih umum dan biasa menjadi bulan-bulanan massa adalah anggota dewan yang gak tahan menghadapi godaan. Akhir kejadiannya adalah, korupsi, selingkuh, berzina dengan pasangan haram, menerima sogokan dan lain-lain.

Kembali ke kasus umum masyarakat pedagang, tega menjual daging sapi bercampur daging babi hanya karena untungnya lebih besar dibanding berjualan daging sapi saja. Ada yang tega menipu konsumen dengan menjual barang yang rusak, busuk, dicampur dengan bahan-bahan berbahaya hanya karena barangnya terjual cepat.

Inilah beberapa contoh kasus, kejadian-kejadian di dalam kehidupan manusia yang di respon dengan nafsu dan meninggalkan akal sehatnya serta imannya. Sadar atau tidak sadar ini semua menambah bebannya nanti kelak di akhirat, begitu banyak yang harus mereka pertanggungjawabkan ke hadapan makamah akhirat semua perbuatannya.

Maka, nasihat Rasulullah saw sangat relevan sekali dengan kondisi sekarang ini yang kita hadapi. Konflik politik, antara pendukung A dan pendukung B, akhirnya semakin terbakar dan marak dan viral di sosmed. Sadar atau tidak sadar, semua ini menambah beban kita menghadap Allah kelak.

Jadi, gimana donk, masak kita diam saja menghadapi kehidupan ini? Islam gak pernah menyuruh kita diam, setiap kemungkaran harus kita cegah, dengan tangan, dengan perkataan dan dengan hati kita, yang terakhir ini adalah selemah-lemah iman.

Pesan terpenting dari nasihat pagi ini adalah pertama adalah perbaiki Tauhid kita kepada Allah. Ini fundamental yang bisa menyelamatkan kita dari nerakanya.

Keduanya, selalu taruh nafsu kita dalam menyelesaikan masalah. Dahulukan akal sehat kita lalu lihat apa perintah Alquran dan teladan Rasulullah saw dalam mengajarkan umatnya. Berpikir panjang sebelum bertindak, gunakan akal dan iman

Ketiga, jadikan setiap perbuatan kita setiap hari adalah bekal kita untuk akhirat kita. Tanya selalu ke diri, kalau ini aku lakukan apakah menambah beban atau menambah bekal saya? Lakukan dengan disiplin, insyaAllah kita akan selamat menuju surgaNya Allah dengan siap bekal dan sedikit beban.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia lainnya (Al Hadits)

Scroll to Top