Umat Islam semakin sadar akan agamanya yang agung ini. Begitu banyak pengajaran Islam seputar pengasuhan anak beserta aspek-aspek pentingnya yang spesifik. Sayangnya tidak semua menyadari ini sejak awal, sehingga yang terjadi setelah besar sang anak, terjadilah penyesalan, kok anakku jadi susah sholat, kok anakku susah dinasihati, kok anakku terlibat narkob, terlibat pergaulan bebas, LGBT, dan sebagainya.

Itulah hutang pengasuhan kita kepada anak-anak kita. Alhamdulillah jika Allah menyadarkan kita dan lalu kita bertaubat. Kita berharap semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita atas hutang pengasuhan kepada anak-anak kita.

Islam sangat memperhatikan pendidikan anak bahkan sejak sebelum lahir sudah ada panduannya, juga saat ingin memasuki dunia pernikahan, bagaimana memilih calon istri/suami, sudah sudah dijelaskan panjang lebar. Namun dalam perbincangan ini kita akan menyoroti sedikit di saat usia anak 0 – 7 tahun pertama. Ini adalah The Golden Age, begitu orang barat menyebutnya. Islam melalui Alquran sudah memberi panduan kepada kita umatnya asupan terbaik apa yang seharusnya kita berikan pada usia ini. Dalam Alquran surat An Nahl ayat 78 Allah berfirman:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

Inilah prinsip pendidikan Islam utama pada saat usia 0 – 7 tahun. Dalam ayat di atas ada 3 kata kunci penting yang harus kita perhatikan:

  1. Pendengaran
  2. Penglihatan
  3. Hati (nurani)
  4. Bersyukur

Bagaimanakah agar karunia Allah dalam 3 hal ini kepada anak kita menjadikan anak kita hambaNya yang pandai bersyukur? Nah inilah tugas kita orangtua mendidik amanah anak ini dengan memberikan asupan bergizi melalui pendengaran, penglihatan dan hati nurani anak-anak. Perhatikan apa yang kita masukkan ke dalam pendengaran, penglihatan dan hati nurani anak-anak kita? apakah kebaikan, lantunan ayat suci Alquran, bacaan zikir, doa dan hadits-hadits shahih Nabi, apakah kisah-kisah yang membuatnya semakin bertaqwa, apakah kisah Nabi, apakah tauladan kita yang mengajarkan kepada qona’ah, bersyukur, bersabar dalam setiap musibah? atau malah sebaliknya kita lepas telinga, mata dan hati mereka setiap hari untuk melihat kekerasan, pornogrfi, aurat bebas di televisi, musik-musik yang mengundang birahi, kejahatan masif di mass media, televisi, radio, kesombongan, keangkuhan, egoisme, dan hal-hal buruk lainnya?

Ketahuilah bahwa kebaikan yang secara konsisten dibiasakan pada usia anak-anak 0 – 7 tahun, akan terus bertahan dan dingat anak-anak kita dan bisa menjadi karakter baik anak kita selama 10 tahun, jadi usia anak kita sekitar 17 tahun, maa syaa Allah. Bagaimana jika sebaliknya? Silahkan kita saksikan bersama, generasi muslim saat ini, kerusakan otak, kerusakan moral, kerusakan kecerdasan terjadi, sungguh miris mendengar seorang pelajar Islam, berzina bersama pacarnya, lebih miris lagi muda-mudi Islam berhubungan sesama jenis alias homo atau lesbian, na’uudzubillahi min dzaalik.

Itulah pentingnya kita kembali kepada bimbingan Allah dan RasulNya, apa yang seharusnya kita lakukan untuk kebaikan anak-anak kita yang notabene adalah amanah yang harus kita pertanggungjawabkan kelak hasilnya di akhirat nanti.

Ustadz Budi Ashari, Lc, penulis buku Sentuhan Parentingbeliau juga pendiri sekolah Kuttab, yang kurikulumnya disusun berdasarkan generasi salaf mendidik anak-anaknya tentunya lewat suri tauladan dan bimbingan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau yang penulis kenal pertama kali sebagai pakar sejarah Shirah Nabawiyyah yang populer tayang di televisi pukul setengah enam pagi ba’da sholat subuh. Lewat keresahannya yang beliau kejewatahkan lewat aksi nyata yaitu mendirikan sekolah Kuttab yang alhamdulillah mendapat sambuat luarbiasa dari umat Islam dengan metode pendidikannya yang membuat orangtua tidak bisa tidur nyenyak, karena mereka orangtua tidak bisa enak-enakan menyerahkan anaknya di sekolah tapi mereka juga harus aktif mengikuti kurikulum sekolah dan mau tak mau harus menambah wawasan yangt luas, agar selalu lebih dulu tahu dari anak-anaknya dan bisa menjawab pertanyaan anaknya. Bahkan ada satu orangtua murid Kuttab mengatakan kepada penulis:

Saya sangat merekomendasikan pak sekolah di kuttab. Orangtunya disiksa harus lebih pintar daripada anaknya, hehehe…..

Nah, setelah sebelumnya dikenal sebagai pakar Shirah, kemudian beliau banyak membahas tentang pendidikan atau parenting, yang sedang hit di kalangan umat Islam yang sadar pentingnya pendidikan Islam. Banyak pembahasannya yang sangat mengena di hati umat, dan pas juga cocok dengan kondisi yang banyak dialami oleh orangtua-orangtua muslim saat ini.

Dari berbagai ceramahnya, akhirnya sampailah pada kesimpulan kita harus kembali kepada parenting gaya Rasulullah, para shahabiyyah dan para ulama setelahnya yang tetap komitmen kepada ajaran dan panduan Rasulnya.

Goresan-goresan pena Ustadz Budi Ashari, Lc ini ini sejatinya sudah lama mencoba mengetuk pintu rumah-rumah Muslim. Agar sadar bahwa sebenarnya kita mempunyai modal kebesaran. Modal keluarga.

penulis berupaya menghadirkan potret keluarga generasi terbaik. Keluarga Rasul, para sahabat Rasul, Tabi’in, dan seterusnya. Berupaya menjaga harapan untuk terus menggenggam erat tangan generasi terbaik, agar kenal dan kemudian merasakan kehangatan sentuhan mereka.

Sebab kita telah sampai di zaman yang mulai kehilangan masa lalu. Kehilangan yang menyebabkan kehilangan masa kini dan masa depan. Sampai sebagian di antara kita tak banyak lagi yang tahu bagaimana Islam memberikan konsep pendidikan. Bahkan tak tahu dan yakin kalau Islam telah begitu detail memberikan panduan.

Alhamdulillah akhirnya semua ceramah, tulisan dan karya pikir beliau telah disatukan dalam buku yang diberi judul Sentuhan Parenting.  Di dalam buku ini kita akan diajak menyelami tarbiyah Rasulullah saw dalam 7 bab. Berikut judul bab dalam buku Sentuhan Parenting:

(1) Begin With The End,
(2) Setiap Anak Kita Harus Lahir Kembar,
(3) Ayah, Ayat Allah di Bumi,
(4) Ibu, Pulanglah
(5) Generasi Izzah, Bukan Imma’ah,
(6) Agar Nasehat Untuk Anak Bekerja Dahsyat, (7) Terkadang, Keras Itu Bukti Sayang

Sudah tidak ada waktu lagi untuk menunda, saat ini juga kita harus mengembalikan pendidikan gaya Rasulullah ke dalam keluarga-keluarga kita. Selami sedikit ilmu-ilmu pendidikan itu yang ada di dalam buku ini dan praktekkan.

Untuk anda guru-guru, bacalah buku ini, insyaAllah banyak hal yang bisa kalian ambil manfaatnya, karena penulisnya juga bukan sembarangan, seorang doktor lulusan universitas Madinah, di mana untuk menjadi seorang doktor di universitas harus melewati seleksi yang tidak mudah, dan berproses langsung mulai dari sarjana S1, langsung ikut seleksi setelah S1 untuk ikut S2, jika gagal tidak ada kesempatan untuk mengulang tahun depan karena pemerintah Saudi lebih mengutamakan yang S1 fresh tahun berikutnya. Tentunya untuk S3 program doktornya pun demikian

Buku ini dapat dipesan langsung di sini: <<<  Buku Sentuhan Parenting >>>

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia lainnya (Al Hadits)

Scroll to Top