Cara Cepat Menurunkan Kecerdasan

Home » Cara Cepat Menurunkan Kecerdasan

Semua kita pasti setuju bahwa yang namanya angkot dan supir angkot itu sangat mengganggu kita pengguna jalan, baik kita sebagai pengendara motor atau mobil maupun kita sebagai pejalan kaki. Perilaku buruk yang diperlihatkan para supir angkot adalah berhenti sesukanya tanpa mempedulikan orang lain, terganggu atau tidak masa bodo, pokoknya saya mau berhenti. Perilaku buruk berikutnya adalah suka menyalip secara serampangan dan sembarangan, tak peduli dari kiri atau dari kanan, selama di sebelah kiri ada celah yang bisa dimasuki, masuk, jika sebelah kanan ada kesempatan, salip sebelah kanan.

Itulah perilaku buruk paling utama supir angkot yang sangat merugikan dirinya sendiri dan orang lain khususnya. Bagi dirinya pasti sumpah serapah ditimpakan kepada supir angkot dari orang-orang yang merasa dirugikan, diambil haknya oleh supir angkot. Bagi orang lain jelas, meraka terganggu, terusik kenyamanan dan keamanannya di jalan.

Itulah hidup sang supir angkot yang memang sudah ditakdirkan sebagai supir angkot dengan perilaku bawaan demikian. Sekarang yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah kita yang bukan supir angkot, juga sebagai pengguna aktif jalan raya sebagai supir motor atau mobil miliknya sendiri, apakah perilaku kita jauh lebih baik dari supir atau malah sebaliknya, sama dan bahkan lebih buruk ?. Jawab dalam hati saja.

Kadang kita manusia sering merasa terganggu dengan perilaku buruk orang lain padahal kita sendiri ternyata berperilaku sama dengan orang yang kita anggap mengganggu kita, dalam kasus ini adalah supir angkot.

Jalan raya adalah tempat yang paling rawan menurunkan kecerdasan seseorang, selama seseorang ini tidak sanggup menahan kesabarannya dan menampakkan akhlaknya sebagai orang yang berpendidikan. Seorang doktor bahkan profesorpun selama dia memiliki gaya layaknya supir angkot, yang menyalip bebas tanpa peduli, yang menerobos traffic light dengan sengaja, mengambil jalur darurat di tol padahal itu adalah jalur khusus darurat, yang keukeuh mengambil jalur cepat padahal jalannya lambat,maka seketika itu juga gelar profesor dan doktor anda tercerabut dari akarnya dan status anda saat itu juga adalah sekelas supir angkot. Sekonyong-konyong kecerdasannya turun ke tempat terendah. Bertahun-tahun anda belajar mengejar ilmu, memberitahu dunia bahwa anda adalah ilmuwan, seorang yang berpendidikan, namun ketika gaya dan perilaku anda di jalan layaknya supir angkot, seketika itu juga dunia tahu bahwa anda tak ubahnya seorang supir angkot, menjadi tak relevan semua gelar, jabatan, ketokohan anda, kekayaan anda, hanya karena ketidakmampuan menahan emosi dan menebalkan kesabaran serta menunjukkan akhlak seorang yang berpendidikan.

Inilah penyakit sosial sesungguhnya, ketika budaya berbagi, budaya santun, budaya tepo slira hilang dari kehidupan, yang nampak akhirnya adalah budaya saling memakan sesama, amuk massa dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya. Jalan raya adalah salah satu tempat menjamurnya budaya-budaya itu semua, karena di jalan raya yang semakin padat dan semrawut, mengundang emosi dan kemarahan yang bisa membuncah menjadi anarki selama kesabaran dan akhlak kita tidak mengontrolnya.

Kemampuan mengontrol emosi dan amarah itu bisa tumbuh dan berkembang jika disemai dengan kebiasaan berbagi, tolong menolong, tepo sliro, saling menghormati dan menghargai sesama manusia. Kehidupan sosial yang baik adalah kunci dari semua permasalahan yang terjadi selama ini yaitu emosi dan kemarahan di jalan raya.

Saatnya kita yang merasa memiliki status orang yang berpendidikan lebih tinggi memulai menjadikan kehidupan lebih ramah dan nyaman bagi semua, terutama di jalan raya sebagai satu kasus yang kita bicarakan. Pengguna jalan tol sebagian besar pastilah orang-orang yang berpendidikan, hanya sedikit supir-supir masuk jalan kecuali truk-truk pabrik yang memang jalur tol adalah jalur ekonomis bagi bisnisnya.

Mulai dari diri sendiri, kemudian ajak anak-anak dan istri-istri kita untuk berperilaku yang sama, menebar kesantunan, keramahan, kenyamanan dan keamanan di jalan.

Template IG Gratis untuk Promo produk anda

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia lainnya (Al Hadits)

Scroll to Top