Biografi Mbah Tari bagian Akhir

Home » Biografi Mbah Tari bagian Akhir

Mbah Tari kakung selain menjabat sebagai naib juga sebagai muballigh, menyiarkan agama Islam di Tari dan sekitarnya. Beliau mendirikan masjid di Tari Karang Gayam pada tahun 1905, masjid tersebut dijadikan sentral dakwah.

MbahTari kakung sangat menyadari bahwa masjid itu mempunyai multi dimensi, antara lain sebagai berikut:

  1. Untuk memantapkan kerukunan hidup antara sesame umat Islam (membina ukhuwwah islamiyyah)
  2. Untuk memantapkan kerukunan umat Islam dengan pemerintah dengan cara saling berkomunikasi dan hormat-menghormati
  3. Untuk memelihara dan menjaga kelestarian kehidupan agama Islam
  4. Senan siap untuk menjadi benteng pembinaan mental beragam Islam
  5. Untuk menjadi lambing bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang beragama dan menolak unsur-unsur kebudayaan yang menjauhkan atau menipiskan jiwa agama (sekularisme)

Anak turun mbah Tari adalah ahli masjid dan sangat kental kedekatannya kepada masjid. Pada suatu kesempatan mbah Badrudin Honggowongso anak ke pertama mbah Tari pernah memerintahkan kepada pak Thoyib Mangkupranoto yang merupakan keponakannya. Beliau berujar demikian:

Yib, masjide mbahmu di Tarik ae dandanono

Terpikirlah, bagaimana akan membangun Masjid Tari, sedang tempatnya di desa pelosok dan dari mana pula biayanya.

Namun nasihat ini tidak dibiarkan begitu, oleh pak Thoyib disebarluaskan dalam rangka mencari dukungan dan Alhamdulillah mendapat sambutan baik dari putro wayah. Putro wayah sepakat membuat surat edaran kepada seluruh putro wayah agar setiap bulan memberi iuran sebesar lima puluh ribu.

Alhamdulillah pula, bapak Mc. Thahir bupati Kebumen saat itu menyumbang seluruh genting masjid. Lantai masjid seluruhnya disumbang oleh almarhum bapak Hisam Zaeni. Pelaksana teknis Ir. Widodo didukung pengadaan barang oleh bapak H. Abdullah Usman, bapak Thoyib Mangkupranoto dan lain-lain.

Visi Misi putro wayah Bani Tari menurut bapak Thoyib Mangkupranoto:

  1. Semua putro wayah Bani Tari memiliki jatidiri Islami, cerdas, terampil, semangat bekerja, suka membantu dalam satu ikatan ukhuwwah islamiyyah
  2. Di dalam melaksanakan ukhuwwah islamiyyah tidak mementingkan kelompok dan golongan apapun, tetapi tidak mengurangi HAM di dalam negara demokrasi. SIngkatnya Islam sebagai motivasi, penggerak dan pengarah setiap putro wayah Bani Tari
  3. Putro wayah Bani Tari menjadi kader muslim, pejuang Islam di daerah masing-masing lewat profesi yang dimilikinya
  4. Untuk meraih visi tersebut diperlukan SDM yang handal, terpelajar, pemikir nasional sesuai dengan zaman dan tempatnya, dan juga tidak terlepas dari dana yang memadai
  5. Segenap putro wayah Bani Tari sangat dianjurkan untuk mendukung perjuangan Islam baik di Kalioso maupun di Tari

Biografi Mbah Tari Bagian 1

Biografi Mbah Tari bagian 2

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia lainnya (Al Hadits)

Scroll to Top