sejarah cina dan kata makian TIKO terhadap pribumi Indonesia

Cina dan Kata Makian TIKO terhadap Pribumi Indonesia

Posted on

Sejarah Cina di Indonesia dan kata makian TIKO terhadap pribumi Indonesia

Tiko – Bahasa Hokkien, artinya babi item. Biasa digunakan oleh Cina untuk mengejek Pribumi Jawa yang rata-rata kulitnya item. Akan tetapi ada juga varian2 hinaan Tiko untuk suku selain jawa, misalnya Batako (Batak Tiko), Tiksun (Tiko Sunda), Tibay (Tiko Cibay), dll.

sejarah cina dan kata makian TIKO terhadap pribumi Indonesia

Hinaan ini umumnya dilakukan oleh Cina yang dulu moyang nya bertugas sebagai Centeng Belanda yang kasar pada pribumi. Perlu diketahui, asal usul kedatangan Cina di Indonesia ada dua penyebab:

1. Pelaut, Merantau, Berdagang.
Sebelum masa penjajahan Belanda, sudah ada segelintir Cina yang mendatangi Nusantara. Sebut saja Laksamana Ceng Ho yg juga dikenal sebagai ulama muslim dan pelaut handal. Umumnya Cina tipe satu ini ramah dan berbaur dengan Pribumi. Bahkan mereka ada yang menjadi muallaf dan merasa dirinya Pribumi. Contohnya, segelintir Sunda yang sipit putih adalah keturunan Cina yg sudah berbaur hingga mereka tidak merasa sebagai Cina melainkan merasa sebagai Pribumi Sunda. Cina tipe satu ini terkenal santun dan pro kemerdekaan, kita sebut saja Cina Nasionalis. Mereka mendirikan Partai Tionghoa Indonesia yang turut berjuang dalam kemerdekaan.

2. Centeng Belanda
Belanda membawa budak2 pilihan (yang kasar dan tengil) berasal dari Cina, untuk dijadikan Centeng di Nusantara. Centeng sengaja dipilih yang kasar dan tengil agar mereka bisa menyiksa pribumi sebagaimana perintah Bos Besar Belanda. Centeng ini amat setia pada Belanda dan menolak kemerdekaan Indonesia.

Perlu diketahui, kemerdekaan Indonesia dikompori oleh ajakan Ulama dan Kyai untuk memberontak melawan Belanda Fasis. Ketika Ulama berceramah dengan berapi2 untuk jihad melawan Belanda, Centeng malah menentang ulama dan berkata “Ulama tidak usak memprovokasi rakyat untuk melawan Belanda”, “Belanda telah banyak membangun jalan raya dan rel kereta”, “Belanda amat berjasa bagi kita”. Sekarang sejarah terulang. Mohon jangan membenci semua Cina. Kita bisa melihat Cina Nasionalis yang mendukung “kemerdekaan” dari pemimpin Fasis yang tukang gusur. Kita bisa melihat Centeng yang malah mendukung pemimpin Fasis.

Semoga sedikit sejarah cina di indonesia dan sejarah kata makian TIKO terhadap pribumi Indonesia ini bisa menjadi pegangan bagi kita semua agar tidak mudah mengeneralisasi sebuah permasalahan, selalu bersikap pertengahan dan berusaha adil dalam bersikap sehingga tidak merugikan orang yang tidak bersalah. Karena bila sampai terjadi menghakimi orang yang tak bersalah apapun agamanya apalagi sampai membunuhnya maka sanksi dari Allah sangat berat dan termasuk ke dalam dosa besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.