Tidak Ada Kegagalan, Hanya Ada Umpan Balik

THERE IS NO FAILURE, ONLY FEEDBACK

Materi ke 3 sharing I-top di Grup TELEGRAM

Wah, apa orang-orang NLP nggak pernah gagal?
Ya, pernah lah…
Sering gagal malah tapi….
Praktisi NLP melihat dan mengartikan kegagalan sebagai “pembelajaran” ada hikmah di balik kegagalan.

Zig Ziglar mengatakan, “Failure is an event, not a person”, kegagalan adalah sebuah peristiwa, bukan seseorang.

Apa anda pernah gagal? Saya yakin semua orang pernah mengalami kegagalan. Apa pun bentuk kegagalan tersebut Allah memiliki rencana lain untuk hidup yang kita arungi. Berlapang dada, tidak larut dalam kesedihan, dan bangkit kembali memperbaiki kekurangan diperlukan dalam menghadapi kegagalan.

Apa itu gagal?

Apa itu kegagalan?

Ketika suatu rencana atau cita-cita tidak tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan maka itu disebut sebagai kegagalan. Kegagalan sebenarnya hanya ilusi yang membuat kita semakin lemah, di mana kita berpikir terlalu berat tentang hasil yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Kenyataan tidak sesuai dengan harapan.

Banyak dari kita yang sudah menyerah apabila ada yang mengejek dan menertawakan, atau mungkin hanya karena makian kita bisa ‘surut’, mundur teratur. Ilusi kegagalan seakan semakin kuat karena logika kita, padahal hal itu tidak pernah ada secara nyata, gagal hanya sebuah hasil yang berbeda yang apabila kita ulangi prosesnya dengan cara yang dikemas lebih bagus bisa menghasilkan sesuatu yang jauh lebih baik.

Jadi sekali lagi gagal itu adalah suatu event/kejadian bukan orang.

Konon katanya, tak peduli berapa kali Anda jatuh, yang penting adalah berapa kali Anda bangkit dari kejatuhan Anda.

Tapi kegagalan bukanlah akhir kehidupan, betul ? ‘The Life must go on’. Gagal hanya ada jika kita berhenti, right?

Kalau cinta kita ditolak, just say, NEXT….

There is no failure except in no longer trying (Elbert Hubbard)

Tak ada yang namanya kegagalan kecuali berhenti mencoba.

Apa yang akan kita lakukan jika kita tahu kita tidak mungkin gagal?

Kita akan mencoba setiap peluang yang ada karena kegagalan tidak pernah ada dalam kamus kita. Apa pula yang kita lakukan jika kita menerima bahwa setiap kegagalan adalah sebuah proses belajar?

Kita akan menjadi manusia pembelajar sejati dengan tingkat kesuksesan tinggi.

Perhatikan seorang anak yang baru belajar berjalan. Berkali-kali jatuh, pernahkah ia menyerah?

Jelas tidak, sebab kata “gagal” tidak memiliki makna dalam benaknya. Begitu pun ketika ia mulai belajar berbicara. Karena orangtua si anak tidak pernah mencela pengucapannya yang belum sempurna, jadilah ia seorang penanya yang berbicara tanpa henti.

Bukankah kita semua pernah menjadi anak seperti itu?

Mengapa proses jatuh ketika belajar berjalan tidak pernah membuat kita putus asa sementara sebuah kalimat ejekan dari orang lain membuat kita depresi?

Mengapa pula ucapan kita yang belum sempurna tidak pernah membuat kita malu untuk bertanya sedangkan gelak tawa yang muncul ketika kita berbicara di depan forum menjadikan kita fobia terhadap bicara di depan umum?

Mengapa kita tidak pernah belajar terhadap sesuatu hal di sekeliling kita bahkan hal yang dulu pernah kita alami? Membentuk tekad dan semangat di dalam diri terasa sulit jika hanya berpikir pada satu titik kelemahan yang menjadikan kita semakin terpuruk sehingga tidak ada kata mencoba untuk bangkit dan bangkit, yang ada hanya terpaku pada kegagalan saat ini.

I have not failed. I’ve just found 10,000 ways that won’t work. – Thomas Alva Edison

Aku tidak gagal. Aku hanya telah menemukan 10.000 cara yang tak berhasil.

Seorang psikolog, Albert Bandura melakukan sebuah penelitian yang menunjukkan seberapa besar peran yang dimainkan oleh sikap kita dalam menghadapi kegagalan.

Dalam penelitian tersebut, dua kelompok orang diminta untuk menyelesaikan tugas manajemen yang identik.

Kelompok pertama diberi tahu bahwa tujuan dari tugas tersebut adalah untuk mengukur kemampuan manajemen mereka.

Kelompok lain diberi tahu bahwa keterampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas yang dapat ditingkatkan. Dan bahwa tugas itu hanyalah sebuah kesempatan untuk berlatih dan memperbaiki diri. Caranya adalah: Para peneliti membuat tugas begitu sulit sehingga semua peserta pasti akan gagal melakukannya.

Kelompok pertama merasa gagal karena keterampilan mereka hanya mampu membuat sedikit perubahan atau bahkan tanpa perbaikan sama sekali ketika mereka diberi kesempatan untuk mengulang tugas tersebut.

Sedangkan kelompok kedua, melihat setiap kegagalan sebagai kesempatan belajar. Dan tingkat keterampilan mereka semakin tinggi setiap kali mereka mencoba mengulang tugas tersebut. Kelompok kedua bahkan menilai diri mereka lebih percaya diri daripada kelompok pertama.

Sama seperti peserta studi Bandura, kita dapat melihat kegagalan kita sebagai refleksi dari kemampuan kita atau sebagai peluang pengembangan diri. Ketika kita mendapati diri kita berkubang dalam perasaan mengasihani diri sendiri yang sering mengalami kegagalan.

If you’re doing your best, you won’t have any time to worry about failure. – Quoted in P.S. I Love You, compiled by H. Jackson Brown, Jr.

Jika kamu melakukan yang terbaik, kamu tak akan memiliki waktu untuk khawatir akan kegagalan.

Banyak orang yang memaknai kegagalan sebagai sukses yang tertunda dan ada pula yang memaknainya sebagai proses belajar dalam hidup.

Dalam NLP, gagal “didefinisikan” sebagai sebuah sinyal informasi yang menunjukkan adanya kekeliruan dari sebuah proses pencapaian.

Dengan menggali informasi (hikmah) yang terkandung dari sebuah kegagalan, serta mempelajari struktur dan juga proses kegagalan dapat membuat kita menjadi lebih memahami kesalahan ataupun kekeliruan yang terjadi dalam proses pencapaian.

Bila seseorang menganggap kegagalan sebagai sebuah bencana dan akhir dari sebuah perjalanan kesuksesan, maka ya sudahlah.

Oleh sebab itu, dengan memberikan makna yang berbeda pada sebuah kegagalan dapat merubah sikap dan perilaku kita dalam menghadapi kegagalan.

Dalam NLP, kita dapat melakukan FRAME & REFRAMING, Membingkai dan Membingkai Ulang, baik context (situasi, kondisi) maupun content (isi) sebuah event.

Contoh: gagal dalam usaha/bisnis jual barang atau dalam usaha apa pun termasuk cinta

Ketika bertanya, tunggu beberapa saat, suara hati/nurani/pikiran bawah sadar Anda akan memberikan jawaban….

Coba tanyakan pada diri sendiri, “Kenapa usaha saya gagal?”

Tunggu…

Mungkin di kepala Anda ada suara yang mengatakan, “Ya, kamu emang nggak bakat dagang. Kamu tuh (mantan) karyawan, nggak bisa bisnis!”

Atau apa saja yang dikatakan….

Dengarkan saja….

Sekarang tanya, “Apa yang harus saya lakukan untuk menjual barang dagangan saya?”

Tunggu….
Akan banyak solusi/jalan keluar dari pertanyaan Anda…
“Coba hubungi teman-teman SMP, SMA, kuliah. Siapa tahu mereka butuh atau bisa kerjasama.”

“Kamu buat wellformed Outcome supaya jelas.”

dan sebagainya dengan teknik-teknik NLP lainnya.

Cara bertanya kita akan memberikan hasil sesuai dengan kualitas pertanyaan yang kita ajukan…

Setiap kegagalan yang kita terima sebenarnya merupakan potongan informasi lain yang membawa kita pada keberhasilan. Di mana itu merupakan umpan balik (feedback) yang kita butuhkan untuk melakukan beberapa perubahan penting dalam teknik kita. Hanya setelah kita belajar segala sesuatu dari setiap kegagalan itu, kita dapat memperbaiki setiap kesalahan yang ada dan tehnik kita akan semakin sempurna karena tertempa oleh kegagalan-kegagalan dan sikap positif kita. Yang mana nantinya akan bermuara pada hasil akhir yang baik berupa KEBERHASILAN dan KEBERHASILAN.

Kegagalan merupakan alasan untuk melakukan perubahan. Merombak perilaku dan kebiasaan lama serta menata ulang sikap terhadap kesuksesan. “Tidak ada kegagalan yang ada hanya umpan balik atau feedback.” Feedback harus ditanggapi dengan mengubah perilaku dan sikap agar menjadi manfaat. Jangan mencari alasan. kegagalan bukan tanda harus berhenti. Kegagalan adalah kondisi ketika orang meleset dari target, goal atau tujuan dan memberikan feedback yang pantas diperhatikan dan dipelajari.

Karena itulah mulai saat ini, baiknya kita ubah cara pandang kita mengenai ilusi kegagalan tersebut, hal itu tidak pernah ada, hanya umpan balik yang berbeda dari keinginan kita, yang perlu kita lakukan adalah mengoptimalkan usaha yang kita gunakan untuk mencapai tujuan.

There is No Failure, Only Feedback.

Failure is only the opportunity to begin again more intelligently. – Henry Ford

Kegagalan hanyalah kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdas.

Selamat mendapatkan umpan balik.

Certified Practitioner Program

Telegram Grup

 

admin

Writer, business person, Developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *