Sukses dengan Well-Formed Outcome

Dalam NLP, outcome adalah sebuah goal yang dibuat dengan jelas dan disempurnakan dengan kondisi-kondisi yang membuatnya well-formed. Hal inilah yang membuatnya berbeda dari Goal. Goal dapat dianalogikan sebagai sebatang pensil yang belum diserut, sedangkan well-formed outcome adalah sebuah pensil yang sudah diserut dan siap untuk digunakan. Dengan membuat suatu outcome menjadi well-formed maka outcome ini memiliki serangkaian kondisi yang apabila semua kondisinya terpenuhi maka akan membuat hasilnya menjadi efektif dan ekologis.

Untuk mempermudah menjelaskan proses pembuatan well-formed outcome, digunakan akronim atau singkatan dari kata “SUCCESS”:

State in positive
Outcome harus dinyatakan dalam kalimat positif. Ada pun tujuannya adalah untuk tidak berbelit-belit dan langsung kepada outcome yang diinginkan. Selain itu juga, pikiran tidak langsung memproses kata-kata negatif yang dapat mengarah pada self-fulfilling prophecy (apa yang diucapkan terjadi pada diri sendiri). Misalnya: “Saya tidak ingin gagal”.  Setelah mengatakan hal ini, yang langsung terbetik di pikiran adalah “gagal”. Hal ini sama dengan “Jangan membayangkan pohon warnanya merah”, maka yang muncul adalah pohon warna merah dan baru kemudian pikiran memproses kata “jangan”. Oleh karena itu maka, daripada mengatakan “Saya tidak ingin gagal”, lebih baik katakan secara positif, yaitu: “Saya ingin berhasil”.

Undeniable reality
Undeniable reality adalah bukti yang tidak terbantahkan pada saat outcome tersebut tercapai. Bentuk mental rehearsal untuk menciptakan bukti yang tidak terbantahkan apabila outcome tersebut tercapai. Apabila outcome-nya adalah mobil, maka bukti yang tidak terbantahkan adalah melihat STNK mobil tersebut tertulis dengan nama sendiri, atau secara auditory mendengarkan orang memuji nama kita apabila kita berhasil mendapatkan outcome tersebut, dan secara kinesthetic merasakan sendiri outcome yang sudah direalisasikan tersebut, misalnya merasakan “seolah-olah” duduk di dalam mobil tersebut.

Contextualised
Bentuk sejelas mungkin dalam konteks apa outcome tersebut diinginkan. Untuk mempermudah melakukan contextualised, tanyakan:

Apa outcome yang saya inginkan? Kapan outcome ini ingin saya realisasikan?Bagaimana cara untuk mencapai outcome tersebut? Berapa banyak (jumlah), besar (intensitas) outcome tersebut ingin saya capai? Di mana saya menginginkan outcome ini?Dengan siapa saya menginginkan outcome ini?

Congruent with Meta outcome
Outcome yang dibuat harus sejalan dengan outcome atau tujuan yang lebih tinggi. Dengan kata lain outcome yang diciptakan tidak boleh bertentangan dengan outcome lain yang lebih tinggi. Misalnya meta outcome atau outcome yang tertinggi adalah menjadi dokter namun yang dilakukan sekarang adalah kuliah akuntansi. Hal ini akan membuat outcome yang dibuat tidak congruent atau tidak selaras karena apa yang dilakukan bertentangan dengan outcome yang lebih tinggi.

Ecological
Outcome yang dibuat harus ekologis, artinya bermanfaat untuk diri sendiri (Win 1), bermanfaat untuk orang banyak (Win 2), dan juga bermanfaat untuk lingkungan (Win 3) atau selaras dengan konsep 3 Win: 1. Saya Win, 2. Orang lain Win, dan 3. Lingkungan juga Win. Outcome yang tidak ekologis akan membuat ketidakseimbangan dan menjauhi kesuksesan dan kebahagiaan yang diinginkan. Tanyakan: “Apa yang akan terjadi pada diri saya, keluarga dan lingkungan sekitar kalau outcome ini tercapai?”, “Apa yang akan terjadi pada aspek kehidupan saya pada saat outcome ini terealisasi?”

Self initiated
Outcome yang ingin dicapai adalah outcome dari diri sendiri bukan outcome untuk orang lain. Misalnya: “Saya ingin adik saya sukses”. Contoh tersebut adalah tidak sesuai dengan well-formed outcome karena berada di luar rentang kendali diri kita. Outcome yang self initiated harus dimulai oleh diri sendiri, dilakukan dan dijaga kelangsungan prosesnya oleh diri sendiri dan diselesaikan oleh diri sendiri. Intinya adalah diri sendiri yang bertanggung jawab dari awal sampai akhir (sampai outcome tersebut tercapai).

Sensed with all representational systems
Outcome tersebut harus dapat dirasakan oleh seluruh sistem representasi VAKOG, minimal melibatkan tiga sensori inderawi, yaitu: Visual, Auditory, dan Kinesthetic.
Visual: melihat dengan mata sendiri bahwa outcome tersebut sudah tercapai,
Auditory: mendengar apa yang dikatakan orang pada saat outcome tersebut tercapai, dan
Kinesthetic: merasakan apa yang dirasakan pada saat outcome tersebut tercapai.

Bagaimana, mudah bukan? Pertanyaannya sekarang adalah kapan Anda mau membuat Well-formed Outcome agar SUKSES yang Anda inginkan dapat terealisasi?

Live the life you want to live and make sure it is useful.

NLP makes life better.

 

ITOP Management for PNLP

admin

Writer, business person, Developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *