Psychocreative NLP for Moslem : Presuposisi NLP

Materi 4

MODUL 1- PRESUPOSISI NLP

Neuro-Linguistic Programming adalah sebuah study mengenai HUMAN EXCELLENCE. Untuk mencapai excellence ini maka sejumlah asumsi mengenai realitas manusia  dibuat. Asumsi-asumsi ini di sebut  presuppose atau presuposisi.

Asumsi-asumsi  menjadi dasar pijakan dalam Neuro-Linguistic Programming untuk membuat perubahan pada manusia. Presuposisi ini apabila diintegrasikan dalam pola berpikir dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari dan bisnis  akan membantu seseorang dalam melakukan transformasi dalam hidupnya menuju kehidupan yang lebih sukses dan lebih bahagia.

Berikut ini disajikan beberapa presuposisi yang diambil dari rujukan The Society of NLP, USA, sebagai berikut:

Beberapa presuposisi yang paling terkenal di NLP meliputi:

1. Kemampuan untuk mengubah proses dari cara kita mengalami suatu realitas, seringkali lebih berharga daripada mengubah isi dari pengalaman kita tentang realitas.
Setiap pengalaman memiliki struktur dan pola tertentu. Mengubah struktur dan proses dari sebuah pengalaman akan mengubah pengalaman itu secara drastis.

2. Makna dari komunikasi adalah (dinilai) dari respon yang Anda dapatkan.
Komunikasi menciptakan pengalaman pada pendengar atau pembaca. Hasilnya diukur dari respon yang diperoleh, jika respon yang diperoleh tidak sesuai, maka gantilah cara komunikasi kita, sampai mendapatkan tujuan.

3. Semua perbedaan manusia mengenai perilaku dan lingkungan dapat secara berguna direpresentasikan melalui indra penglihatan, pendengaran, perabaan, pencecapan dan penciuman (VAKOG-Visual, auditory, kinestetik, olfactory dan gusfactory)
Tidak peduli bagaimana Anda mendefinisikan kesuksesan, maka akan diketahui bahwa orang sukses memiliki cara yang unik dalam membuat  representasi dunia dalam pikirannnya (VAKOG). Pemodelan di NLP adalah proses mengidentifikasi dan mereplikasi (baik kompetensi sadar dan tidak sadar) yang menghasilkan keunggulan orang itu. Kemudian hasilnya direplikasikan ke orang lain dengan cara yang mudah.

4. Sumberdaya yang dibutuhkan seseorang untuk menghasilkan perubahan, sudah dimiliki dalam dirinya sendiri. NLP mengajarkan cara mengakses sumber daya pada waktu dan tempat yang tepat.

5. Peta bukanlah wilayah yang sesungguhnya.
Orang sebenarnya bereaksi atau menanggapi interpretasi mereka tentang realitas (peta mereka), dan bukan secara langsung kepada realitas itu sendiri. Praktisi NLP perlu faham bahwa NLP adalah tentang memahami dan mengubah pet yang adaa, yang pada gilirannya dapat mengubah persepsi tentang realitas.

6. Nilai seorang sebagai suatu individu adalah konstan,  sedangkan nilai dan kesesuaian dari prilaku internal / eksternalnya masih dapat dipertanyakan.
Ketika Anda masih berusia 2 tahun mungkin Anda ngedot susu. Apakah ini berarti Anda masih ngedot susu hari ini? Anda lebih dari perilaku Anda, sebab Anda terus memproduksi dan memiliki kemampuan untuk mengubah perilaku Anda setiap saat. Apa yang Anda lakukan dan Siapa diri Andaadalah dua hal yang berbeda.

7. Ada niat positif yang memotivasi suatu perilaku, dalam konteks tertentu.
Orang yang melakukan suatu perilaku (sekalipun perilaku negatif) bertujuan untuk memenuhi seuatu kebutuhan tertentu dari dirinya, jadi niatnya adalah pemenuhan kebutuhan.  Jika kita misalkan ingin mengubah perilaku atau kebiasaan buruk, maka kita perlu tahu perilaku itu dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan apa oleh si pelaku. Kemudian Anda bisa mendisain suatu perubahan dengan memberikannya  pilihan baru dan lebih baik untuk memenuhi kebutuhannya tadi. Misal perokok membutuhkan kegiatan rokok untuk merasa tenang. Maka kita bisa mmembantunya menghentikan kebiasaan merokok dengan cara memberikan pengganti cara untuk mencapai rasa tenang, selain kegiatan merokok.

8. Umpan balik vs Kegagalan:
Tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah umpan balik, dan umpan balik adalah suatu informasi yang berharga. Semua hasil-hasil dan perilaku adalah merupakan suatu pencapaian (achievement), terlepas dari itu merupakan hasil yang diinginkan ataupun tidak. Semua pencapaian adalah kesempatan belajar untuk mencari tahu apa yang berhasil dan apa yang tidak bekerja.

 

TIM INSOP (Indonesian Society of Psychocreativity NLP)

http://psychocreativity-nlp.com

Fanpage : https://www.facebook.com/Komunitas-Trainer-PNLP-121465415135548

Facebook Group : https://www.facebook.com/groups/105328770127215

admin

Writer, business person, Developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *