Placebo

Placebo berasal dari kata kerja latin yang berarti “menyenangkan”. Maka dalam arti klasiknya, placebo adalah pengobatan tiruan. Biasanya berbentuk tablet gula-susu biasa yang dimiripkan pil sungguh-sungguh. Ia diberikan lebih demi tujuan menenangkan pasien daripada memenuhi kebutuhan organik yang didiagnosa secara jelas.

Placebo adalah istilah medis untuk terapi baik dalam bentuk obat-obatan maupun prosedur-prosedur medis yang tidak memiliki bukti kegunaan bagi kesembuhan pasien. Placebo bukanlah obat palsu, tetapi obat atau tindakan medis yang “dipalsukan” oleh dokter yang diyakini memiliki dampak positif bagi pasien. Efek placebo menunjukkan bahwa kekuatan pikiran adalah faktor terpenting dalam fungsi tubuh manusia. Karena dengan kemampuan untuk menciptakan atau menghapuskan gejala dengan seketika, efek obat sebenarnya dapat digantikan oleh hanya dengan kekuatan keyakinan.

Efek PLACEBO yang terkenal di dunia

Profesor Tony Dickenson melakukan suatu percobaan dengan memberikan kejutan listrik terhadap 6 orang mahasiswa. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok, yang akan diberi 2 macam obat, yaitu obat pengurang rasa sakit dan obat penambah rasa sakit. Dengan level sengatan listrik yang sama, kelompok yang memakan obat penambah rasa sakit merasakan rasa sakit lebih dari sebelum mereka memakan obat. Sedangkan kelompok yang memakan obat pengurang rasa sakit dapat menahan rasa sakit lebih lama dan merasa bahwa sengatan listrik berkurang.

Tapi tahukah anda, bahwa ternyata mereka sama sekali tidak diberikan obat pengurang rasa sakit atau pun obat penambah rasa sakit. Kedua obat tersebut sebenarnya sama, yaitu hanyalah tepung dan gula yang diberi pewarna berbeda. Itulah yang disebut efek placebo. Lantas apa yang membuat mereka merasa lebih sakit atau berkurang sakitnya? Pikiran mereka lah yang membuat obat placebo tersebut bekerja seperti obat sesungguhnya.

Efek PLACEBO dalam kehidupan sehari-hari

Ada seorang dokter mengatakan bahwa dia memiliki pasien yang ketika datang ke dia, si pasien harus selalu minta disuntik. Pada suatu saat dokter ini memberikan suntikan yang digantikan hanya dengan air mineral. Apa hasilnya? Pasien ini dengan puas mengatakan, ”Makasih ya, dok, badan saya sehat, Vitamin yang dokter suntikkan benar-benar mujarab.” Sang dokter hanya geleng-geleng kepala saja melihat pasien ini.

Teman saya, kalau dia merasa pegal, capek, masuk angin, maka dia harus minum jamu tolak angin dan pegel linu. Setelah minum jamu tersebut, langsung pulih staminanya. Kalau tidak, dia merasa sakit terus.

Itulah efek PLACEBO, apakah Anda juga pernah atau sering mengalaminya?

Rupanya “belief” kita lah yang membuat kita ini sehat selalu atau sering sakit-sakitan.

Pernah pergi ke dokter, setelah diperiksa, kata dokter Anda sehat?

Situ sehat?
Bukan, bukan itu pertanyaan dokter tapi pernyataan/statement bahwa, “Anda sehat. Tidak ada penyakit. You are absolutely FINE/OK.”

Loh tapi koq rasanya dada ini sakit ya?
Kepala ini cekot-cekot…
Perut ini seperti ada ratusan kupu-kupu di dalamnya…
Dan seterusnya…

Kalau kita merasa sakit tapi diperiksa ke dokter ternyata dokter bilang “nggak ada apa-apa”, berarti…
Jeng jeng……

Anda terkena penyakit psikosomatis…

Konon, 90% penyakit berasal dari pikiran: cemas, takut, resah, gelisah, marah,10% dendam, iri, dengki, dan seterusnya

Yang 10% karena: virus, bakteri, kuman dan sebangsanya

Pikiran kita mempengaruhi metabolisme tubuh…

Lebih jauh tentang psikosomatis…

Penyakit psikosomatis. Psiko artinya pikiran dan soma artinya tubuh. Jadi, penyakit psikosomatis artinya penyakit yang timbul atau disebabkan oleh kondisi mental atau emosi seseorang. Penyakit ini juga disebut dengan penyakit akibat stress. Penyakit psikosomatis sekarang sering disebut dengan penyakit psikofisologis. Namanya saja yang sedikit berbeda namun maknanya sama.

Banyak orang menderita penyakit psikosomatis namun tidak menyadarinya. Mereka biasanya akan terus berusaha sembuh dari sakit yang dideritanya dengan terus berobat namun tidak bisa sembuh. Kalaupun ada perubahan biasanya intensitas penyakitnya saja yang menurun tapi tidak bisa sembuh total. Selang beberapa saat biasanya akan kambuh lagi dan bisa lebih parah dari sebelumnya.

Apa saja sakit yang masuk kategori psikosomatis? Semua sakit fisik yang disebabkan oleh kondisi mental atau emosi penderitanya; mulai sakit kepala, sesak napas, badan lemas lunglai tak bertenaga, jantung berdebar, sulit tidur, sakit maag, mata berkunang-kunang, bahkan lumpuh, dan masih banyak lagi.

Bagaimana Terjadinya?

Untuk memahami terjadinya penyakit psikosomatis kita perlu mencermati hukum pikiran dan pengaruh emosi terhadap tubuh.

Ada banyak hukum yang mengatur cara kerja pikiran, salah duanya adalah:
• Setiap pikiran atau ide mengakibatkan reaksi fisik.
• Simtom yang muncul dari emosi cederung akan mengakibatkan perubahan pada tubuh fisik bila simtom ini bertahan cukup lama.

Hukum pertama mengatakan setiap pikiran atau ide mengakibatkan reaksi fisik. Bila seseorang berpikir, secara konsisten, dan meyakinkan dirinya bahwa ia sakit jantung, maka cepat atau lambat ia akan mulai merasa tidak nyaman di daerah dada, yang ia yakini sebagai gejala sakit jantung. Bila ide ini terus menerus dipikirkan dan akhirnya ia menjadi sangat yakin, menjadi belief, karena gejalanya memang “benar” adalah gejala sakit jantung maka, sesuai dengan bunyi hukum yang kedua, ia akan benar-benar sakit jantung.

Biasanya orang tidak akan secara sadar menginginkan mengalami sakit tertentu. Umunya yang mereka rasakan adalah suatu perasaan tidak nyaman, secara emosi. Sayangnya mereka tidak mengerti bahwa perasaan tidak nyaman ini sebenarnya adalah salah satu bentuk komunikasi dari pikiran bawah sadar ke pikiran sadar.

admin

Writer, business person, Developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *