Mengenal Model-model Berpikir Kreatif

Pada tulisan sebelumnya sudah dibahas tentang apa itu kreatif (baca tentang kreativitas) bahwa kreatif itu adalah sebuah proses panjang bukan sim salabim dan kreatif itu dapat dilatih sama dengan keterampilan-keterampilan lainnya.

Namun kadang untuk menjadi kreatif tidak semua orang mampu. Dibutuhkan alat/tool atau sebuah model yang dapat membantu kita menjadi kreatif karena alat atau tool ini memaksa kita untuk berpikir lebih dari sebelumnya. Misal seseorang memiliki masalah taku berbicara di depan orang banyak maka alat kreativitas ini bisa digunakan untuk membawanya keluar dari permasalahan itu dan memberikan keleluasaan untuk berpikir keluar merubah ketakutannya menjadi sebuah ide bagaimana dia mampu berbicara di depan umum dengan mengesankan audiensnya.

Permasalahan apapun sejatinya dapat diselesaikan dengan cara kita mengeksplor cara berpikir kita dan ini harus ditumbuhkan dan dibiasakan sehingga menjadi sebuah habit yang dengan sendirinya nanti menjadi tool/alat yang inheren di dalam dirinya atau di dalam sebuah organisasi, perusahaan, komunitas dan lain sebagainya.

Score Model
Mari kita mulai berkenalan dengan alat kreativitas pertama yaitu Score Model.

SCORE Model ditemukan oleh Robert Dilts, yang menjadi salah satu Co-founder NLP yang bergabung di dalam group study pada awal-awal terbentuknya NLP.

SCORE Model merupakan sebuah model yang sebenarnya tidak hanya dipergunakan untuk bimbingan klien, namun juga dapat dipergunakan untuk problem solving, proses kreatif ataupun untuk terapi, maupun untuk perubahan diri sendiri.

Dalam tulisan ini, akan dijelaskan SCORE model untuk diri sendiri.

Robert Dilts mengatakan bahwa NLP berfokus ke apa yang diinginkan atau desire state dari kondisi saat ini atau Current state. Karena ada kata “State” akan dijelaskan dengan singkat tentang apa definisi dari state.

State – adalah suatu kondisi mental (gampangnya adalah kondisi mood/perasaan) yang timbul berdasarkan apa yang kita pikirkan, rasakan dan fisiologi kita.
Di Neuro-Semantics NLP dikatakan bahwa kualitas dari hidup anda ditentukan dari kualitas state anda.

Guna menjembatani kondisi saat ini dan tujuan yang ingin dicapai, manusia selalu berhadapan dengan tantangan untuk mencapai mimpi, dalam konteks inilah SCORE model digunakan sebagai alat bantu berpikir.

SCORE di sini adalah kepanjangan dari Symptom, Cause, Outcome, Resources dan EFfects.

Symptom
Dalam bahasa Indonesia Sympthom berarti gejala, jadi symptom dapat diartikan sebagai kondisi sekarang, kondisi dari diri sendiri, kondisi hubungan dengan orang lain, kondisi dari karier atau bisnis, kondisi dari keadaan financial anda dan lain sebagainya.

Apakah sekarang saya dalam kondisi yang baik-baik saja? Atau kondisi saya lagi “down” merasa dalam kondisi tidak terberdayakan.

Cause
Penyebab dari Sympthom, apa yang menyebabkan sehingga munculnya kondisi sekarang ini? kenapa perlu mencari penyebab? Ya jawaban simpelnya adalah ada saatnya anda perlu menemukan penyebabnya sehingga baru benar-benar menemukan masalah yang sebenarnya. Karena seringkali symptom yang diutarakan di awal muncul karena sesuatu hal yang sebelumnya tidak disadari.
Oleh karena itu pertanyaan “apa yang menyebabkan kondisi saya sekarang ini?” dapat dipergunakan untuk mencari akar permasalahannya.

Outcome
Setelah kita mengetahui apa yang menyebabkan kondisi sekarang ini tentunya anda tidak ingin lama-lama menyesali atau terkungkung dalam kondisi yang tidak memberdayakan tersebut, sehingga fokus yang paling penting adalah “apa yang diinginkan atau apa yang ingin dicapai?” sehingga dapat menarik kita keluar dari state yang tidak berdaya tersebut dan fokus ke state yang dapat memberdayakan kita dengan memfokuskan diri pada keinginan dan usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk mencapai keinginan tersebut.

Resources
Tentunya setelah saya mengetahui apa yang ingin dicapai/diperoleh, maka proses tidak berhenti di sana, karena kita perlu usaha untuk mencapainya, dan sebelum melakukan usaha tentunya kita perlu melakukan persiapan-persiapan sehingga usaha menjadi maksimal. Dan proses mempersiapkan diri ini diperlukan mencari tahu sumber daya atau apa-apa saja yang perlu saya persiapkan, apakah saya perlu menambah skills, kenalan, uang, pengetahuan dan lain-lain sehingga benar-benar siap dalam proses mencapai keinginan.

Effects
Di NLP kita selalu melakukan ecology atau future pacing untuk mencari tahu apakah keinginan yang ingin kita capai itu benar-benar sesuatu yang diinginkan dan juga untuk memprediksi kira-kira pada saat mencapai perubahan atau keinginan yang diinginkan tersebut tidak menggangu lingkungan, keadaan, diri sendiri, sehingga hasil atau perubahan yang dicapai dapat benar-benar bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.
Pertanyaan yang muncul pada saat mempergunakan SCORE Model adalah apakah perlu dilakukan secara berurutan? Jawabannya adalah TIDAK. Tergantung situasi dan kondisi.

Prinsip dari SCORE Model ini adalah sebenarnya Thinking Hack, menghack cara berpikir kita terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Berpikir adalah sebuah kegiatan sebelum tindakan. Ketika kita mampu merubah cara berpikir kita maka kita akan mampu juga merubah tindakan kita dan pada akhirnya memberikan hasil pada dalam Problem Solving yang dihadapi. Tindakan adalah sebuah keputusan dari serangkaian Input-Proses-Output (IPO). Seseorang yang ingin merubah/berubah/menyelesaikan masalah tidak bisa terus menerus melakukan serangkaian IPO yang sama, seseorang harus keluar dari IPO lamanya dan diganti dengan IPO yang sama sekali baru.

Albert Einstein mengatakan :

Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results” orang gila adalah orang yang melakukan hal sama terus menerus dan berharap hasil berbeda

Dalam Practitioner Certification Program dibahas lebih mendalam dengan latihan-latihan yang lebih intensif sehingga diharapkan peserta mampu membawakannya baik untuk diri sendiri maupun untuk membantu orang lain. Ada sekita 9 alat/tool yang digunakan dalam program di atas.

I-TOP Official

admin

Writer, business person, Developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *