Menjaga Budaya Ramadhan dengan NLP

Posted on

Bapak/ibu, bagaimana dengan ibadah ramadhan sampai hari ini, terasa ada perubahan??

Saya awalnya sangat senang sekali, karena saat pakai celana training kemaren terasa sangat longgar, ternyata setelah di check karetnya putus……

Sebentar lagi ramadhan usai, sedih setiap ramadhan ingin pergi karena aura kebahagian itu selalu terasa di ramadhan, dan saat bulan ini pergi seperti harus kembali pada kondisi sebelumnya

Tulisan ini dibuat, untuk mengajak kita mempertahankan mental ramadhan agar perubahan yang sudah didapatkan bisa langgeng pada 11 bulan mendatang. Dalam konstek ini kita akan gunakan tehnik NLP yang dinamakan ecological check dan future pacing.

Ecological Check
Cek ekologi adalah salah satu langkah yang membedakan teknik-teknik NLP dengan berbagai terapi yang lain. Dengan asumsi bahwa diri kita memiliki bagian-bagian (parts) yang bertanggung jawab terhadap perilaku tertentu, maka sebelum kita menciptakan perilaku baru, kita harus memastikan bagian yang in-charge kepada perilaku baru tersebut selaras dengan bagian-bagian lain yang sudah terlebih dulu ada.

Semisal, kita sudah melatih diri selama 1 bulan untuk bangun lebih awal dan melakukan shalat malam. Dengan kondisi penuh konsentrasi ke dalam diri (downtime), Kita bisa bertanya pada diri. Langkahnya :

1. Duduk tenang dan ambil nafas perut serta keluarkan dari mulut perlahan

2. Bangun dialog dengan diri

3. Tanyakan ”Bagian-bagian lain dari diri, bersediakah kalian menerima perilaku baru yang saya lakukan di ramadhan dan bekerja sama secara harmonis untuk menjaganya tetap konsisten kulakukan?”

4. Rasakan munculnya sinyal ”Ya” atau ”Tidak”. Ini bisa berupa sebuah gambaran, suara, perasaan tertentu, atau tidak ada sinyal apapun. Jika semisal muncul sebuah sinyal atau pun tidak muncul apapun, pastikan lah dengan bertanya, ”Apakah tanda yang baru saja muncul berarti ’Ya’?” Jika sinyal tersebut muncul kembali, maka selesailah proses ini.

5. Namun jika tidak, kita perlu melanjutkan proses ini dengan teknik pertanyaan lanjutan “adakah bagian dari diri saya yang protes pada prilaku ini?”

6. Duduk, diam dan observasi, bila ada gerakan yang terasa unik. Maka konfirmasilah “Bila gerakan ini merupakan gerakan keberatan, bisakah gerakan kembali?”

7. Bila tidak ada, maka tanyakan no 3 kembali. Tapi bila ada lanjutkan proses bertanya

8. Tanyakan kembali “bila ini sebuah keberatan, tunjukan pada saya baik secara visual, auditory atau kinestetik apa yang bisa kita lakukan agar kegiatan ramadhan bisa saya pelihara dan keberatan kamu bisa diatasi?”

9. Perhatikan apa yang muncul dan lakukan terus negoasiasi sampai berhasil mencapai kesepakatan

10. Bila sudah selesai lanjutkan dengan pertanyaan no 3, bila sudah tidak ada keberatan maka kegiatan penyelarasan selesai

Sedikit rumit ?  Tenang, meskipun tidak setajam teknik di atas, ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Anda bisa memvisualisasikan diri Anda menunjukkan perilaku baru tersebut dalam posisi disassociated, atau membayangkan melihar diri kita melakukan kegiatan ibadah yang kita lakukan di ramadhan di masa depan.

Sembari mengamati, mendengar, dan merasakan apa yang Anda lihat, Anda boleh menyadari munculnya sinyal ’nyaman’ atau ’tidak nyaman’ demi melihat pengalaman tersebut. Jika merasa nyaman, maka tidak ada bagian yang keberatan dengan perilaku baru tersebut. Namun jika perasaan yang tidak nyaman yang muncul, Anda bisa bertanya kepada diri sendiri, ”Apakah yang harus dilengkapi dari perilaku baru ini agar selaras dengan bagian diriku yang lain?” Anda akan menemukan jawaban-jawaban muncul untuk Anda analisa.

Future Pacing
Future pacing adalah sebuah langkah untuk menjadikan diri kita terbiasa dengan sebuah perilaku baru sebelum perilaku tersebut dilakukan. Ini semacam usaha untuk menciptakan ’deja vu’ agar kita familiar dengan perilaku baru tersebut dan karenanya akan menjalankan dengan harmonisasi yang tinggi.

Sebagai contoh, kita telah melatih diri untuk membaca tadarrus setiap hari selama 30 menit sebelum tidur. Anda bisa memvisualisasikan diri Anda melakukan perilaku baru ini di hari esok, lusa, minggu depan, bulan depan, dan seterusnya. Perhatikan apa yang kita lihat, dengar apa yang bisa di dengar, dan rasakan apa yang dirasakan. Putarlah ’film’ perilaku baru ini dengan nyaman dalam pikiran. Jika sudah nyaman dengan film yang baru saja dibuat, masuklah ke dalamnya dan jadikan diri kita sedang melakukanya, ingat…!! bukan melihat diri kita melakukannya ya.

Selami pengalaman baru ini Lihat apa yang bisa dilihat, dengar apa yang bisa didengar, dan rasakan apa yang bisa dirasakan.

Akan lebih menarik, jika kedua kegiatan ini dilakukan di waktu-waktu i’tikaf, atau jelang ramadhan usai.

Semoga 2 tehnik ini bisa membantu kita mempertahankan kualitas ibadah ramadhan di 11 bulan kedepan.

Have a baarakah Ramadhan

…………………………………………………

Note. Grup Pembelajaran P-NLP by ITOP (Indonesia Tranceformation of Psychocreativity) :

Grup Belajar P-NLP

Belajar NLP aliran Psychocreativity dengan biaya murah bahkan nyaris gratis, mau ? kirim email anda ke Psychocreativitynlp@gmail.com. Judul email : Belajar P-NLP Murah, isi pesan : saya mau belajar P-NLP murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.