Membaca Tanda Sang Pencipta

Ada kawan online seorang content writer rajin sharing ilmunya. dia terinspirasi seorang pakar marketing Seth Godin yang rutin sharing selama 5 tahun hanya sempet absen 22 hari selebihnya terus sharing. Dan hingga sekarang masih terus sharing. Luar biasa ya otot berbaginya lebih gede dari ototnya ade rai apalagi arnold Swatczeneger.

Nah kawan ini sering di tengah-tengah sharingnya jualan tapi tanpa jualan. Bingung kan ?  ya dia pakai ilmu Covert Selling. Sebenarnya ilmu Covert selling inspirasinya dari Jeet Kune Do aliran kungfu yang ditemukan oleh Bruce lee.

Prinsip JKD adalah A form without form. Dalam salah satu screenplay Enter of The Dragon di tahun 1973, Bruce lee ditanya :

What’s your style? ” Lee replied, “My style?…You can call it the art of fighting without fighting.

Bruce Lee percaya bahwa bentuk kata dan turnamen seni bela diri sama (seperti Karate) hanyalah “organised despair“. Dia percaya bahwa untuk “mengekspresikan diri sepenuhnya, seseorang harus” “tidak memiliki batasan” (kata dan gerakan yang tidak mengalir menjadi keterbatasan). Sistemnya revolusioner, dan mencakup semua kemungkinan bentuk serangan/pukulan: serangan ke selangkangan, tusukan jari ke mata. Jeet Kune Do adalah prekursor awal MMA.

Jadi ilmu Covert Selling adalah liberation alias pembebasan terhadap berbagai pakem-pakem berjualan selama ini. Covert selling adalah no limitation, tidak membatasi diri dengan suatu bentuk yang akan membuatnya jadi kaku. Seharusnya saat ketemu orang di manapun dan dalam kondisi apapun kita bisa berjualan. Jadi berjualan tidak kaku harus di hari rabu. Tapi hanya karena peraturan admin itu kita harus mengikuti. Makanya belajar covert selling kudu agar bisa jualan setiap hari.

Nah ilmu covert selling menurut saya sangat pas disandingkan dengan ilmu Thinking mastery. Berpikir, bertindak dan mendapatkan ide yang baru yang memberdayakan, solutif dan menyelesaikan.

Ilmu apalagi itu Thinking mastery? ilmu ini memberi kita kebebasan untuk mengeksplor pikiran kita, ide kita, kecerdasan kita yang luar biasa anugerah dari Allah. Karena hanya dengan itu semua permasalahan yang dihadapi manusia terselesaikan. Ini basic yang dipakai dipraktekkan para penemu-penemu besar dizaman dahulu.

Dulu saya belajar ilmu ini di kelas Certified of Practitioner P-NLP. Menurut info yang saya dapat kelas ini akan diadakan lagi pada tanggal 5-8 April 2018 (http://bit.ly/P-NLP). Alhamdulillah meski belum maksimal dipraktekkan ilmu ini banyak memberi insight baru bagi saya yang kemudian berguna untuk pekerjaan dan bisnis saya.

Satu lagi insight saya dapat dari Dr Zakir naik yang mengatakan bahwa Alquran adalah kitab SIGN (bukan SCIENCE). Hanya orang-orang tertentu saja yang dapat membaca SIGN Alquran ini yaitu orang-orang yang mau berpikir dan memikirkan kebesaran Allah dengan segala ciptaanNya. Orang-orang yang sadar dan selalu mensyukuri hidupnya. Orang-orang yang senang berbagi dan bersinergi, bahkan dalam hal ini Allah tidak membatasi dia harus muslim. Jadi kita pasti tahu kan jawabannya kenapa Islam saat ini terpuruk ?

Insight di atas menurut saya nyambung sekali dengan ilmu Thinking Mastery yang dipelajari dalam program Certified Practitioner P-NLP ini. Dalam Thinking Mastery kita dipaksa berpikir dan berpikir, karena semua permasalahan itu sudah ada solusinya jika kita berpikir, Maa syaa Allah, inilah tanda orang yang mampu membaca SIGN Alquran

Dr Edwin Land :

An essential aspect of creativity is not being afraid to fail

Keberanian untuk terus berpikir maka kreativitas akan datang, kreativitas adalah salah satu bahwa kita telah mampu membaca tanda, sebuah pengetahuan dari Allah kepada hambaNya yang tiada daya tanpa pertolongan dan ilmu dariNya

http://bit.ly/membacatanda

 

I-TOP Official Management

admin

Writer, business person, Developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *