Jetli Tidak pernah Melawan Musuhnya secara Bersamaan

REFELEKSI

Pernahkah anda melihat film jet li atau yang sejenis saat melawan puluhan orang? Apa yang membuat jet li bisa menang?

Ada banyak jawaban untuk itu, tapi jawaban yang saya suka adalah karena walaupun musuhnya jet li banyak, tapi majunya satu satu dan tidak pernah puluhan orang itu mukul bareng.

Kondisi ini mirip umat islam, saat ini. Dengan banyaknya umat, tapi kita sulit bersatu dalam satu arah menyelesaikan permasalahan umat ini

Contoh kecil tapi dampak besar, adalah masalah riba. Saya sendiri termasuk heran dengan banyaknya gerakan dan demo untuk hal berbau politik dan lain-lain, tapi sedikit gerakan dan demo untuk hapuskan ekonomi ribawi dari indonesia. Padahal sudah banyak di kaji bahaya riba termasuk dampaknya bagi kehidupan

Gerakan-geran anti riba yang ada mirip seperti musuhnya jet li yang majunya satu-satu dan mudah dipatahkan. Kajian ribawi sudah sering dalam ceramah, hanya yang kita lupa kita hidup didalamnya. Sistem ribawi bekerja didalam nafas hidup kita di indonesia

Belum bicara ekonomi negri ini yang sangat timpang dan dikuasai oleh beberapa orang yang bukan muslim, sehingga kemampunya mempengaruhi kebijakan besar dan tentu saja tidak berpihak pada ekonomi umat. Ini juga terlihat di area lain, politik, sosial, budaya dll

Bukankah umat islam  mayoritas????

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. “(QS 7: 96)

Saat membaca ayat ini, saya mulai berpikir apakah sistem ribawi negri ini menjadi salah satu teguran dari ayat ini

Saat saya promosikan KOMUKI, bahkan banyak orang islam sendiri mengatakan “mengapa hanya islam?”

Dan saya biasanya mengatakan “mengapa tidak boleh?”, tidak kah wajar kami selaku mayoritas punya hak lebih banyak mengatur negri ini dan mempunyai ruang lebih luas menerapkan ajaran kami dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi? Justru penerapan sistem ribawi, adalah aneh.  Mengapa umat yang banyak ini, hidup dalam sistem minoritas??

Dan yang menyedihkan, sistem ini sudah berlaku puluhan tahun. Sistem kapitalis dengan menerapkan pajak diberbagai bidang, memaksa penduduknya untuk sehat bayar iuran padahal sehat adalah hak masyarakat, sistem cukai, sistem ekonomi valas yang bisa dijual dimana saja,  kebijakan pemerintah yang tidak terlalu support pada sektor riil dan membangun usaha yang besar untuk kegiatan ekonomi non riil seperti bursa komodit, praktek-prakaktek transaksi turunan dari saham seperti option, dan berbagai transaksi derivatif yang tidak sesuai syariah.

Sistem ekonomi ribawi ini dari era ke era, hanya berhenti pada kajian. Dan kalaupun ada gerakan perubahan ekonomi, sifatnya masih sporadis, tidak dalam gerakan ekonomi yang terkoordinir dan massif, seperti saat kita melawan ahok

Bapak ibu, KOMUKI hadir diantara gerakan UKM muslim lainya. KOMUKI ingin membangun umat dan membuat perubahan melalui pengetahuan kewirausahaan dan kreatifitas. Gerakan nya mungkin terlihat sama, tapi dibalik itu kami ingin memperbanyak jumlah pengusaha dan calon pengusaha yang punya ilmu bisnis dan fiqh muamalah yang mumpuni dan disaat yang sama kami akan membangun kekuatan untuk membuat perubahan ekonomi indonesia, dengan memberi ruang yang lebih luas, agar ekonomi syaraiah bisa diterapkan secara maksimal tanpa pengecualian.

Hadirnya banyak pengusaha muslim, akan membuat kita punya power pada perubahan, mengingat kita melawan kepentingan orang sedikit tapi punya sumber daya yang besar. Dan cara terbaik kita menaklukanya adalah dengan kekuatan jamaah yang berilmu. Kita tidak akan lagi maju satu-satu, tapi kita ingin maju bersama membuat perubahan

KOMUKI akan terus membangun kemitraan dengan berbagai organisasi atau komunitas lain yang ada, dan berharap bisa sinergi dalam satu barisan membuat perubahan. Kami sadar bahwa hanya dengan bersatu, perubahan bisa dicapai lebih cepat.

KOMUKI sudah bermitra INSOP, yang telah hadir dulu. INSOP menjadi mitra dalam membuat perubahan umat dengan membantu KOMUKI, membuat umat berpikir lebih cerdas dan kreatif. KOMUKI meneruskan perjuanganya dengan memfasiltasi kecerdasan yang sudah dibentuk dalam kewirausahaan.

Begitulah seharusnya sebuah gerakan komunitas, tidak ada persaingan, karena yang ada adalah kemitran untuk membuat perubahan

Kembali pada refleksi hidup kita, bapak/ibu siklus ekonomi ribawi dan sejenisnya akan terus belangsung jika hari ini kita tidak membuat perubahan

Untuk itulah kami dari KOMUKI mengajak bapak/ibu untuk bergabung dengan KOMUKI dan bersama kita belajar dan membuat perubahan.

Harapan KOMUKI, untuk awal ini kami bisa mendapatkan 1000 anggota, mengapa 1000? Dengan anggota 1000, kami punya bargaining power untuk bernegosiasi dengan BUMN guna mendapatkan dana CSR, Badan ekonomi kreatif, komite ekonomi dan industri nasional dan berbagai lembaga pemerintah lainya, yang selama ini dari berita yang kami dengar sedikit lari ke UKM muslim.

Untuk itu, kami berharap bapak ibu bantu viralkan informasi menjadi anggota komuki agar kita bersama bisa membuat perubahan. Jika 190 orang yang ada disini viralkan dan bisa ajak 10 orang saja, maka totalnya bisa 1900 orang ikut.

YUK BUAT PERUBAHAN DAN  JADI PENGUSAHA MUSLIM BERSAMA KOMUKI

 

Coach Ari Winarman

===================== Visit Us : UKM Nusantara

TIM INSOP (Indonesian Society of Psychocreativity NLP)

http://psychocreativity-nlp.com

Fanpage : https://www.facebook.com/Komunitas-Trainer-PNLP-121465415135548

Facebook Group : https://www.facebook.com/groups/105328770127215

admin

Writer, business person, Developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *