Psychocreative NLP for Moslem : 4 Pilar NLP

Materi 5

MODUL 2 – 4 PILAR NLP

Sekarang kita lanjut belajar kita, sejenak kita bahas kembali apa itu NLP?

Terminologi NLP  ini terdiri dari 3 kata

1.       Neuro sederhananya adalah cara berpikir. Cara mengambil informasi dari dunia luar, cara memfilternya, cara memproses informasi, cara memproduksi tindakan, dan lain-lain. Dalam ‘neuro’ terdapat berbagai hal yang menjadi referensi kita berpikir dan bertindak, yang disebut Peta Realita dan Model Dunia.  Keduanya berdasarkan apa yang pernah kita pelajari dan ketahui sepanjang hidup, karena itu bersifat subyektif.  Dengan merubah cara berpikir atau cara kita memproses informasi, memperluas peta realita, memperkaya model dunia, kita pun merubah perilaku dan merubah hasil kita.

2.       Linguistic adalah semua pola bahasa yang kita pakai baik secara internal (inner talk) atau eksternal (berbicara).  Bahasa mempengaruhi pikiran, dan bahasa dipengaruhi cara berpikir.  Merubah cara kita memproses bahasa dan berbahasa, kita pun merubah tindakan kita, dan merubah pula hasil kita.

3.       Programming adalah berbagai program atau strategi kita dalam berpikir dan berperilaku.  Ini adalah tahapan-tahapan kita dalam berpikir dan bertindak.  Ada strategi yang efektif ada yang tidak. Perubahan hasil sangat tergantung dari program atau strategi kita. Rubah strategi, rubah hasil.

NLP singkatnya adalah berbagai strategi berpikir, berbahasa, berstrategi, bertindak, untuk mencapai hasil yang kita inginkan.
Dalam NLP terdapat berbagai konsep, teknik, dan tools untuk itu.

Dalam mengaplikasikan tehnik ini dalam bisnis dan kehidupan, NLP mempunyai 4 pilar pendukungnya yaitu Outcome, Sensory Acuity, Behavior Flexibility dan Rapport

1.       Outcome (Hasil Dari Sebuah Tindakan) .. Praktisi dituntut untuk mengenali hasil dari setiap tindakan yang sedang berlangsung, hasil ini dikenal dengan istilah outcome.Dengan mengenali outcome yang akan terjadi membantu setiap praktisi berada pada jalur/ Track yang tepat menuju target yang diinginkan.

2.       Sensory Acuity (Kepekaan Indrawi) .. Setiap manusia memiliki Indra(Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Perasa, Pengecapan) sebagai modal dasar dalam merekam informsi dari luar dan masuk kedalam otak manusia.  Kepekaan indrawi menjadi penting dan dijadikan sebuah attitude bagi praktisi karena dengan begitu manusia mampu mengenal dan merespon lebih baik terhadap situasi yang terjadi.

3.       Behavior Flexibility (Perilaku yang Fleksibel) .. Mengacu pada fleksibilitas dalam mencapai suatu tujuan, tidak terpaku pada satu hal, tetapi membuka berbagai macam opsi/pilihan yang membuat pencapaian tujuan menjadi lebih mudah

4. Rapport .. dalam NLP merupakan suatu kondisi dimana terjadinya “Unconscious Responsiveness” saat berkomunikasi dengan orang lain, yaitu suatu kondisi terciptanya kenyamanan/sinkronisasi pada tingkatan “Unconscious” baik pada diri sendiri atau dengan orang lain. dengan kata lain Rapport bisa diartikan sebagai “connectedness” (keterhubungan).

Ke- Empat Pillar ini menjadi suatu pedoman perilaku yang sangat penting bagi para praktisi NLP, karena seluruh metodologi dan teknik – teknik dalam NLP tidak akan berkerja secara optimal jika tidak berlandasan pada 4 pillar ini

 

Visit us : UKM Nusantara

 

TIM INSOP (Indonesian Society of Psychocreativity NLP)

http://psychocreativity-nlp.com

Fanpage : https://www.facebook.com/Komunitas-Trainer-PNLP-121465415135548

Facebook Group : https://www.facebook.com/groups/105328770127215

admin

Writer, business person, Developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *