Kreativitas adalah spontan dan di luar dugaan

Posted on

Kreativitas bukanlah menciptakan sesuatu yang baru. Kreativitas HANYALAH menghubungkan titik-titik yang sudah ada sebelumnya (Sam Ipoel, Inbound Marketer)

Sering kita mendengar kata kreativitas, terasa berat di hati, lebih berat dari rindu Dilan pada Milea. Senada dengan pendapat pebisnis yang nyentrik Richard Branson, CEO Apple pertama Steve Job bahkan ilmuwan sekaliber Einstein mengatakan hal yang sama.

Steve Job mengatakan tentang kreativitas :

Creativity is just connecting things. When you ask creative people how they did something, they feel a little guilty because they didn’t really do it, they just saw something. It seemed obvious to them after a while. That’s because they were able to connect experiences they’ve had and synthesize new things

Kreativitas nampak bagai MAGIC tapi sesungguhnya kreativitas bukan magic. Ingwie malmsteen kalau sudah pegang gitar, suruh main, tanpa pikir panjang lagi, mengalirlah melodi-melodi panjang yang harmonis, dengan tangga nada unik karena hasil improvisasi yang kadang belum pernah diperdengarkan kepada para penggemarnya. Kenapa Ingwie bisa kreatif tanpa berpikir memainkan sebuah melodi panjang namun tetap harmonis ? ya itu tadi, dia punya banyak titik-titik dalam otaknya yang tinggal disambung-sambungkan satu sama lain. Kenapa dengan mudahnya Ingwie mampu mengkoneksikan titik-titik itu ? itu bersumber dari pengetahuan dan pengalaman yang didapat selama berkarir sebagai gitaris selama hidupnya.

Kreativitas adalah spontan, mengalir , refleks dan di luar dugaan. Kreativitas adalah Thinking FAST MODE.. Kreativitas adalah tingkatan tertinggi dari ilmu pengetahuan. Menurut Bruce lee seorang kungfu master berasal dari orang yang tidak bisa kungfu, kemudian dia belajar jadi tahu kungfu dan terus belajar, dilatih, dipraktekkan di dunia nyata diapun jadi ahli dan terus dipraktekkan, diajarkan hingga sampai puncaknya dia menjadi tidak tahu lagi. Tidak tahu dalam tingkatan berbeda tentunya yaitu tidak tahu bahwa dia adalah master kungfu. Dengan kata lain ilmunya sudah menyatu dalam dirinya, reflek, tidak dipikir lagi.

Jadi kreativitas adalah perjalanan panjang pencarian, pendalaman pengetahuan dan pengalaman kita terhadap pengetahuan yang kita dapat.

Maka wajar seorang guru sering mengingatkan murid-muridnya untuk praktek, praktek dan praktek.

Kreativitas adalah CONNECTING THE DOTS. Saya menulis inipun dalam rangka memperkaya dot/titik-titik melalui pengetahuan dan pengalaman saya selama ini.

Quote masyhur dalam Kungfu Panda :

Yesterday is history,  tomorrow is a mystery, Today is a gift that’s why they call it present

ini memberi insight agar kita memanfaatkan masa sekarang untuk mengumpulkan karya-karya kebaikan apapun itu untuk masa depan kita yang masih misteri dan lupakan masa lalu yang buruk, segera switch mengambil tindakan yang memberdayakan dengan memanfaatkan potensi diri hari ini/sekarang. Untuk apa  ? untuk menjadi kreatif, memiliki bank titik (pengetahuan dan pengalaman) sebanyak-banyaknya, untuk keberhasilan kita dalam berbagai bidang masing-masing.

Jadi apa beda orang kreatif dengan orang yang tidak kreatif ? bedanya adalah orang kreatif kaya akan pengetahuan di mana pengetahuannya digunakan dipraktekkan dalam kehidupan sehingga menjadi pengalaman-pengalaman yang kaya akan kreativitas. Orang kreatif berpikir FAST MODE. Sedang orang yang tidak kreatif adalah orang yang miskin pengetahuan dan malas belajar sehingga tidak memiliki daya untuk mencipta pengalaman-pengalaman lewat pengetahuan, ya karena miskin pengetahuan. Orang tidak kreatif gaya berpikirnya SLOW MODE. Teori Thinking Fast and Slow ini dikembangkan oleh Prof. Daniel Kahneman. Pakar Cognitive Science yang berhasil memenangkan Hadiah Nobel bersama kompatriotnya Tversky.

Dengan praktek sejatinya akan memicu kreatifitas. Semakin banyak praktek maka akan semakin kreatif kita.

Kreatifitas sering diidentikkan dengan para musisi, pelukis meski sebenarnya kreatifitas berlaku untuk semua.

Semakin sering membuat karya maka daya kreatifitas kita pun akan semakin besar. Jangan pernah meremehkan karya anak kita, itulah proses dia membangun kreatifitas untuk bekal dia besar nanti.

Gudangnya ilmu bisnis ada di HARVARD SCHOOL. Kenapa jadi rujukan ? alasannya adalah pembahasan ilmu bisnis di sana amat kaya dengan titik-titik pengetahuan dan pengalaman panjang bisnis itu sendiri.  Seandainya kita ingin menulis sebuah karya ilmiah maka semakin banyak rujukan akan semakin dianggap ilmiah.  Maka dalam setiap karya penulisan selalu di akhir tulisan akan disertakan sumber-sumber rujukan bacaan dari sang penulis.

So, apakah anda saat ini seorang yang kreatif atau sebaliknya ? kalau jawabannya tidak, maka saatnya Anda banyak belajar lalu mempraktekkannya dan perbanyak karya apakah itu tulisan, sharing dan sebagainya maka dengan sendirinya anda menjadi orang yang kreatif.

 

I-TOP (Indonesia Tranceformation of Psychocreativity)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.