Pesan Kehidupan dari Pesantren Bisnis Banjarnegara

Pesan Kehidupan dari Pesantren Bisnis Banjarnegara

Posted on

1. Matematika Dakwah dan Matematika Tauhid

Cermatilah Matematika Dakwah di bawah ini :

1 : 1 = 1

jika masalah anda hanya anda pikirkan sendiri maka masalah anda 1, tapi jika anda bagi entah kepada istri anda, sodara anda, tetangga anda, teman anda dan sebagainya maka menjadi setengah, sepertiga, seperempat dan seterusnya, maka berkomunitaslah bertetanggalah anda meski itupun belum tentu menyelesaikan masalah anda namun setidaknya meringankan masalah anda.

Pesan Kehidupan dari Pesantren Bisnis Banjarnegara

Berikut ini adalah Matematika Tauhid :

1: 1 = 1
1 : ~ = 0

jika masalah atau beban anda anda bagi kepada makhluk Allah maka masalah dan bebanmu tak akan selesai. Tapi jika Allah sebagai tempatmu bergantung, tempatmu mengeluh, tempatmu meminta maka masalahmu menjadi

ZERO

Allahusshomad

Ketika masalahmu semakin besar
jika rumahtanggamu berantakan
jika bisnismu hancur
jika hidupmu semakin sempit
jika kamu miskin

Ingatlah Ada ALLAH YANG MAHA BESAR

Sudahkah setiap anda bermasalah, memendam beban hidup yang begitu besar anda langsung mendatangi ALLAH? Langsung meminta kepada ALLAH ?Pesan Kehidupan dari Pesantren Bisnis Banjarnegara

Sadarkah anda jika selama ini masalah dan bebanmu selalu hadir dan tidak pernah usai karena Allah bukan yang pertama yang anda datangi ?

Mari kita kembali kepada Allah, Sang Maha Pencipta, Yang memiliki segala yang dibutuhkan manusia. Yang Mampu memberikan penyelesaian dan solusi atas segala permasalahan kamu dan saya. Jadikanlah Dia di atas segala maka engkau akan mendapatkan segalanya dari Allah Sang Maha Kuasa.

2. Berlomba-lomba dalam Kebajikan (Fastabiqul Khairaat)

Pesan Kehidupan dari Pesantren Bisnis Banjarnegara berikutnya adalah tentang peluang kebaikan

Setiap ada peluang kebaikan :

Ambillah
Raihlah
Rampoklah

sekecil apapun kebaikan itu. Namun terkadang kita lebih banyak menggunakan asumsi dan rasio ketika ingin berbuat kebaikan. Padahal jikalau kita menyadari di setiap hembusan nafas kita, di setiap langkah kaki kita, di setiap denyut nadi kita, bahkan di setiap detik kehidupan kita kebaikan kebaikan Allah hadir. Allah menginginkan engkaupun mampu hadir disetiap saat sodaramu membutuhkan bantuanmu. Jangan menunggu namun hampirilah

Masihkah kau berpikir ketika seorang pengemis atau peminta sumbangan menghampirimu, asumsi dan rasio mu berkata “Ah, modus nih, pura2 miskin, yayasan abal abal…..

Masihkah kau berpikir ketika seorang teman lama datang menemui setelah sekian lama tak bersua, asumsi dan rasio mu berkata,” mhmhmmm, pasti mau ngutang nih….

Masihkah kau berpikir ketika seorang yang terlihat miskin di matamu, asumsi dan rasio mu berkata,” kasian, orang malas berusaha ya begitu nasibnya, tanpa kau pernah berupaya membantunya

Dalam Alquran Surat Alhujuraat : 10 :

Sesungguhnya sesama mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara keduanya yang berselisih…

Ada seorang ‘aalim suatu ketika melihat dua orang mukmin keponakan dan pamannya berselisih bahkan hendak bunuh-bunuhan karena berebut tanah warisan. Sang ‘aalim segera menghampiri kedua orang itu yang hendak berbunuh bunuhan dan segera melerainya dan berkata “Apa yang sedang kalian perebutkan ?
orang pertama berkata “Pamanku hendak merebut tanahku, tanah warisanku”.

Orang keduapun menjawab “Tanah itu seharusnya hak ku tapi keponakanku hendak mengambilnya dariku”.

Sang ‘aalimpun berkata”sudahlah begini saja, aku punya tanah disana, silahkan kalian ambil dan bagilah berdua.

Maa syaa AllahPesan Kehidupan dari Pesantren Bisnis Banjarnegara

Orang beriman itu ketika Allah telah memerintahkan maka tak ada pilihan lain kecuali Sami’naa wa atho’naa, dia harus melaksanakannya. Sang ‘aalim melihat dua hal di sini :
1. Perintah Allah untuk mendamaikan dua saudara mukminnya yang sedang berselisih
2. Peluang kebaikan yang harus segera diraihnya

Seorang guru dari sebuah pelosok desa di Indonesia, didatangi tamu ibu dengan dua orang anaknya.

Setelah berkenalan diketahui dua anak itu telah yatim ditinggal ayahnya dan sekarang hidup hanya dengan ibunya yang menjanda.

sang ibu berkata pada guru itu,” pak, begini saya mau minta bantuan bapak untuk mengajari kedua anak saya ini yang sebentar lagi akan menghadapi UN. Saya tahu bapak adalah satu satunya guru di sini yang saya kenal yang bisa membantu anak saya agar lulus dalam ujian. Berapa biaya yang harus saya bayar pak?

pak guru desa itu melihat kesungguhan sang ibu itu dan juga melihat kondisinya yang single parent juga mengetahui bahwa kedua anaknya adalah anak yatim, dalam hatinya berkata ini sebuah peluang besar yang harus saya ambil.

Baiklah bu, saya insyaAllah akan mengajar anak ibu. Mengenai biaya takĀ usah dipikirkan, gratis yang penting anak ibu bisa lulus dengan nilai yang baik.

Akhirnya sang guru desa itupun menjalani perannya sebagai perantara Allah untuk menolong dua anak yatim itu. Yang luar biasanya lagi selain menggratiskan sang guru desa itupun menyambangi ke rumah anak yatim itu bukan sebaliknya meskipun jarak dari rumahnya ke rumah anak yatim tersebut tidak dekat dan membutuhkan ongkos transport untuk menempuhnya.

Singkat cerita guru desa itu mendapat laporan bahwa anak yatim itu mendapatkan terbaik UN di sekolahnya

Maa Syaa Allah

Indahnya sebuah kebaikan. Kita tidak harus memulai dari contoh ekstrim di atas tapi mulailah dari hal hal kecil yang dapat kamu lakukan. Lakukanlah pembiasaan sehingga itu menjadi kebiasaan hidupmu yang baru, menjadi ritme otomatis dalam kehidupanmu

Sudah siapkah engkau meraih, mengambil, merampok setiap peluang kebaikan yang lewat di hadapanmu ?menghantarkan barakah barakah dari langitNya Allah melalui tanganmu?

Pesan Kehidupan dari Pesantren Bisnis Banjarnegara

Jazaakallah Khairan Katsiiraa atas taushiahnya kepada :
1. Ustadz Walyono
2. Ustadz Arif Abu Syamil
Pesantren Bisnis 4 2016, Banjarnegara Jawa Tengah

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.