Media Besarpun Mengabaikan Etika Jurnalistik

Posted on

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa media India baik itu koran atau channel TV mereka memberitakan segalanya tanpa mengecek. Apa yang dikatakan koran Bangladesh, THE DAILY STAR. Pointku adalah mereka tidak mengikuti etika jurnalistik. Pertanyaanku kedua adalah kenapa mereka tidak memberitakan komen-komen para pembaca dari THE DAILY STAR ini ? inilah insiden Media Besarpun Mengabaikan Etika Jurnalistik

Zakir naik

Dan ketika aku melihat edisi online nya, aku melihat semua komentarnya mendukungku kecuali satu dan aku akan bacakan beberapa darinya. Kenapa media tidak memberitakannya?

insiden Media Besarpun Mengabaikan Etika Jurnalistik

Salah satu komentarnya oleh Samina Hussain, komentarnya :

“Zakir Naik bukan penceramah radikal. Tolong cantumkan link dari apapun yang dikatakannya radikal. Apapun yang dikatakan seseorang dapat dikutip keluar konteks. Biarkan kami memutuskan apakah dia radikal. THE DAILY STAR harusnya lebih bertanggung jawab sebelum memberitakan sesuatu.”

Rafiudin :

“Zakir Naik penceramah radikal? tolong sertakan buktinya! dia sangat menentang pembunuhan orang tak bersalah baik yang muslim atau non muslim. Dia sering mengutip ayat ini untuk mengecam mereka yang membunuh orang tak bersalah. Barangsiapa membunuh seseorang kecuali karena telah membunuh atau karena membuat kerusakan di bumi maka dia seakan akan telah membunuh seluruh manusia. Dan siapapun yang menyelamatkan hidup seorang manusia maka seakan akan dia telah menyelamatkan hidup seluruh manusia (5:32)

insiden Media Besarpun Mengabaikan Etika Jurnalistik

Rabi Khan :

“Kupikir kebenaran akan terkuak dengan investigasi yang benar.”

Siddiqi :

“Zakir Naik penceramah radikal ? LOL.”

Syafiqul Islam :

“Bisakah reporter beritahu di mana ceramah dari 3 orang ini yang mempromosikan kekerasan ?” dan bukankah dunia tahu bahwa ceramah dari 3 orang ini tersedia? Pemberitaan seperti ini tidak akan mrusak reputasi Dr. Zakir Naik. Meski begitu aku takut ini akan membuat image DAILY STAR sebagai media yang tidak jujur dan berprasangka.”

insiden Media Besarpun Mengabaikan Etika Jurnalistik

Aku tidak tahu Dr. Zakir mempromosikan ekstrimisme dalam jihad. Ku rasa kau harus mengecek sumbernya, sebelum memberitakan. Perbandingan agama-agama besar di dunia sangat lumrah. Setiap gereja di barat memakai metode perbandingan untuk menyebarkan kekristenan. Jika Dr. Zakir Naik tidak terlibat dalam mempromosikan jihad, maka tolong jangan beritakan dia, ini akan menyakiti perasaan banyak orang.”

Meddi Hassan :

“Betapa bodohnya kau menyebut Dr Zakir Naik sebagai penceramah radikal.”

Kenapa media India tidak memberitakan hal-hal ini juga ? ini menunjukkan bahwa tujuan jurnalisme ini adalah memikat lebih banyak pemirsa dan lebih banyak pembaca, mereka memberitakan semau mereka dan mereka meninggalkan apa yang mereka mau tanpa mengeceknya. Jika kita mengecek faktanya kita akan tahu bahwa aku sepenuhnya menentang terorisme. Aku sepenuhnya menentang pembunuhan manusia tak bersalah. Baca juga Baik Menurut Islam

 

(Dr. Zakir Naik dari Kota Suci Mekkah, pada tanggal 4 Syawal 1437 H, mengucapkan pada semua orang, Selamat Idul Fitri, Taqobbalallahu Minnaa wa minkum, semoga Allah menerima amal baik, ibadah, doa dan pengorbanan dari kami dan darimu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.