Berlomba-lomba dalam kebaikan dan berlomba-lomba dalam keutamaan

Tulisan ini dibuat dalam rangka menyambut hadirnya kembali bulan suci Ramadhan 1438 H, kita patut mencontoh bagaimana shahabat Rasulullah SAW dalam mengejar kebaikan dan keutamaan dibulan Ramadhan penuh berkah.

Berlomba-lomba dalam kebaikan dan berlomba-lomba dalam keutamaan

Judul ini “Berlomba-lomba dalam kebaikan dan berlomba-lomba dalam keutamaan” terinspirasi dari sebuah kisah shahabat utama Rasulullah saw yatiu Thalhah Bin Ubaidillah. Mari kita simak apa yang di maksud dengan “Berlomba-lomba dalam kebaikan dan berlomba-lomba dalam keutamaan” dalam artikel ini.

Shahabat Nabi SAW yang bernama Thalhah bin Ubaidillah pada suatu malam bermimpi, beliau berada di depan pintu surga dan di dalam mimpinya itu dia melihat dua orang shahabat yang masuk Islam bersamaan waktu itu ketika menemui Rasulullah. Setelah menjadi muslim shahabat yang satu ibadahnya sangat luar biasa hingga menemui syahidnya dalam sebuah peperangan. Shahabat satunya ibadahnya biasa saja, namun dalam mimpi itu, di melihat malaikat keluar dari surga dan lalu memasukkan shahabat yang biasa ibadahnya ke dalam surga terlebih dahulu, kemudian keluar lagi baru memasukkan shahabat yang rajin ibadahnya ke dalam surga, dan terakhir malaikat keluar dan berkata kepadanya ” kamu belum waktunya, kembalilah”….kemudian Thalhah terbangun dan takjub dengan mimpinya. dan mulai menceritakan mimpinya kepada shahabat lainnya hingga akhirnya mendatangi Nabi untuk bertanya, apa yang diperbuat orang ini hingga Allah memberinya keutamaan masuk surga duluan dibanding shahabatnya yang mati syahid?.

Budaya shahabat di zaman Nabi, mereka sangat memperhatikan dan ambisius dalam mengejar kebaikan dan keutamaan. Masuk surga duluan memiliki kelebihan dibanding masuk surga setelahnya walau sama-sama masuk surga. Orang yang lebih dulu masuk surga wajahnya seindah bulan, sedang setelahnya seindah bintang yang paling terang.

“Barangsiapa yang berpuasa/Qiyamullail pada bulan Ramadhan dengan Iman dan ihtisab (penuh Harap) akan ampunan Allah SWT, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

Jika kita cerna, hadits di atas, sungguh penuh pengajaran yang sangat penting bagi kita, khususnya jika kita praktekkan dalam aktivitas bisnis kita sehari-hari. Tahukah Anda keseriusan kita dalam menjalankan ramadhan dengan totalitas ibadah yang sebaik-baiknya, sedekah, puasa yang sungguh-sungguh, menahan dari bicara dusta dan sebagainya, maka jika kita mampu konsisten dengan sekuat kemampuan selama sebulan penuh, maka akan masuk surga lebih dahulu dibanding orang yang mati syahid. Padahal orang yang mati syahid menurut Nabi SAW memiliki keutamaan-keutamaan sebagai berikut :

1. Allah merahmatinya dengan tetesan darah pertama yang menetes dari tubuhnya dan Dosanya     diampuni
2. Dia dapat melihat tempatnya di surga kelak
3. Allah membebaskannya dari siksa kubur. Bahkan shahabat sekaliber Utsman bin Affan yang telah dijamin masuk surgapun merasa belum tentu bebas dari siksa kubur.
4.. Diberikan kehormatan dan kemuliaan, Alwiqar, berupa mahkota yang banyak disekeliling kepalanya yang nilai dari satu mahkotanya itu lebih baik dari bumi beserta seisinya
4. Diberikan pendamping yang sangat cantik/tampan yang diciptakan Allah untuknya
5. Dapat memberi syafa’at kepada 70 orang keluarganya

dengan semua keutamaan itu, kita akan dapat mendahuluinya masuk surga dari seorang yang mati syahid ataupun seorang hafidz sekalipun jika kita sanggup mengisi sebulan penuh Ramadhan ini dengan puasa dan qiyamullalil dengan Iman dan Ihtisab (penuh harap akan pahala dari Allah). Itulah keutamaan Ramadhan yang diberikan kepada kita setahun sekali, maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya. Berlomba-lomba dalam kebaikan dan berlomba-lomba dalam keutamaan adalah sebuah keniscayaan di bulan Ramadhan yang akan kita jalani.

admin

Writer, business person, Developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *