Basic Training Pesantren Bisnis Indonesia (PBI) Purwokerto 2017

Posted on

Mencetak Pengusaha Muslim dengan Karakter Takwa

Apa profesi orang orang kaya? 10% TOP CEO dari perusahaan-perusahaan dunia, 10% adalah kaum profesional, 6% lain lain (koruptor, pelihara tuyul, dsb), 74% wirausaha.

Kenapa bisnis malah bangkrut? di Indonesia kejahatan bisnis tinggi sekali. Jika berbagai bisnis yang kita bangun berakhir dengan kehancuran, faktor penyebabnya biasanya:

1. Gunakan riba
2. Inkompetensi skill bisnis

Kenapa Anda jatuh? Sukses itu:
Iman + strategi.
Doa Rosul Shollallohu ‘Alaihi Wasallam di Perang Badar sangat kuat. Tapi strateginya Rosul juga mengatur barisan, ikhtiar dengan memakai baju perang, dsb.

Ayo kita Melihat puncak masalah.
1. Apakah kita gunakan harta haram/riba?
2. Apakah Anda ada masalah dengan orang tua?
Pak Laksita mengalaminya. Bapaknya tidak mengizinkan beliau untuk berbisnis murni dan keluar dari kerjaan. Akhirnya bianisnya hancur. Beliau lalu minta maaf pada bapaknya. Akhirnya sekarang dia bangkit dan sukses lagi.
3. Apakah suami/istri ridho? Kalau salah satu pasangan tidak ridho, bisnis tak akan sukses.
4. Apakah pelit?

– hanya mengejar uang
– tidak percaya kepada kebaikan
– banyak maksiat
– jauh dari ketakwaan
– tidak menyadari dosa besar
– 10 dosa besar
Ada dosa besar yang kontan bikin miskin, yakni zina.

Riba membuka pintu zina dan kebohongan. Mulai hari ini, bersegeralah kepada ampunan Alloh yang lebih luas dari murka Alloh. Riba bikin sholat kita malas dan kehancuran finansial.

Konsep Harta
Apa yang dicari ketika kita bekerja dan berbisnis? Biasanya kebahagiaan. Harta konsepnya banyak dan sedikit.

Bagi orang beriman, Alloh justru mengingatkan kita terhadap harta. Bermegah megahan telah melalaikan kamu. Gak akan rampung… Sampai tua gak akan selesai. Buat orang beriman, Alloh bicara rizqy. Rizqy, konsepnya lapang dan sempit.

Ada orang yang hartanya banyak tapi rizkinya sempit. Ada yg punya uang 100 juta tapi sempit kehidupannya. Sibuk sekali sampai tidak sempat kumpul dengan keluarga. Kalau mau rizqinya lapang, minta sama Pemilik Langit. Ketuklah pintu langit. Selama ini yang kita kejar harta, bukan rizqy. Orang kafir bisa dapat harta tapi tidak bisa dapat rizqy. Ujungnya harta melimpah rizqinya sempit

Ada 4 golongan manusia terkait hal ini:

1. Orang yang sangat miskin. Hartanya minus dan rizqinya minus. Ilmu agama dan dunianya minus. Maksiatnya plus dan ibadahnya minus.

2. Hartanya plus rizqinya minus. Dalam ilmu dunia dia pintar tapi maksiatnya plus dan ibadahnya minus.

3. Hartanya minus dan rizqiynya plus. Bodoh dalam ilmu dunia. Maksiatnya minus dan ibadahnya plus. Dia orang baik tapi hartanya segitu gitu aja. Orang miskin sholeh itu baik tapi orang kaya sholeh itu lebih baik karena tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.

4. Hartanya plus dan rizqinya plus. Golongan takwa. Ibadahnya plus dan maksiatnya minus. Inilah yang ideal. Mendapat harta dari sisi yang tidak disangka sangka karena ketakwaannya.
Orang yang bertakwa bukanlah orang yg sibuk ibadah maghdoh tapi mengabaikan urusan orang lain. Ali Zainal Abidin cicit Rosululloh Shollallohi ‘Alaihi Wasallam setiap malam manggul sembako untuk dibagikan kepada orang orang miskin, tanpa diketahui orang-orang, selama bertahun-tahun.

Ada 4 level rizqy:
1. Level makhluk. Minimal masih bisa makan. Pasti dijamin Alloh.

2. Level orang yang berusaha. Harus ikhtiar untuk dapat rizqy. Ini lebih baik daripada yang pertama. Tetesan keringat dan air matanya adalah jihadnya.

3. Level ahli syukur. Dia ahli sedekah. Rizqinya akan mengalir deras.

4. Level orang yang bertakwa. Level inilah level yg tertinggi. Langkah pertama adalah taubat.

 

BT PBI di Wisma Taurus, Baturraden, Purwokerto, Jumat 17 Maret 2017

Oleh : Ustadz Arif Abu Syamil

Diringkas Oleh : Kartika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.