Developer Syariah Pilihan untuk Memiliki Rumah

Seperti yang Anda sudah tahu, Belakangan ini semakin hari semakin banyak bermunculan perumahan yang mengusung konsep perumahan syariah. Makin tingginya kesadaran masyarakat akan bahaya dan dosa riba, membuat tren pertumbuhan perumahan syariah ini tumbuh secara signifikan.

Tren ini diperkuat dengan semakin boomingnya sharia lifestyle. Atau bisa kita sebut gaya hidup syariah. Kini hampir semua gerai makanan harus ada label halalnya kalau mau laris. Hijab menjadi gaya hidup segala kalangan. Bahkan, jika Anda perhatikan kini hampir di setiap gerai McDonald’s di Indonesia ada mushollanya.

Hal ini tentunya menandakan tanda yang positif. Bahwa kesadaran dan keinginan masyarakat akan hidup yang sesuai syariah semakin tinggi. Tentunya hidup yang sesuai syariah ini harus dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya apa yang dipakai atau apa yang dimakan saja yang harus terjaga kehalalannya.

Maka, hunian yang berkonsep perumahan syariah pun semakin banyak bermunculan. Salah satunya adalah Cendana Land, sebuah perusahaan properti Syariah pertama di Rawa Kalong Gunung Sindur Bogor.

Ada beberapa hal yang membedakan perumahan yang menggunakan konsep perumahan syariah dengan perumahan lainnya. Berikut ini adalah hal-hal yang berbeda secara signifikan.

Ciri-ciri Perumahan Syariah

1. Tanpa Bank

Developer tidak mengajak pihak bank untuk terlibat di dalam proyek. Entah itu pembiayaan pembangunan proyek ataupun Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan konsumen. Jadi proyek benar-benar dijalankan oleh sumber daya developernya sendiri. Ataupun dengan sokongan investor. Tentunya dengan skema bagi hasil yang sesuai syariah.

Lalu akad dengan konsumen dalam hal cicilan rumah (KPR) juga hanya dilakukan antara developer dan konsumen saja. Developer sebagai penjual, konsumen sebagai pembeli. Tak ada pihak ketiga. Secara syariah akad perjanjian ini yang dibenarkan.

Kelebihan lainnya adalah, tidak ada BI Checking. Ini yang terkadang dan seringkali menghambat seseorang memiliki rumah, karena memiliki sejarah buruk dalam mencicil di mata bank.

Lalu proses cenderung atau kelihatannya lebih simpel dan mudah. Kemungkinan disetujui mendekati 100 %. Artinya, pengajuan Anda hampir pasti disetujui oleh developer.

2. Tanpa Denda
Bank pada umumnya pasti akan melakukan denda pada debiturnya yang telat melakukan pembayaran pada jadwal yang telah ditentukan. Ini berbeda dengan KPR Syariah, mereka tidak melakukan denda namun melakukan pendekatan yang lebih akrab kepada konsumen. Bulan kedua misalnya telat, namun tidak menutup kemungkinan bulan ketiga debitur membayar sekaligus 2-3 bulan ke depan tanpa pinalti pula. Jadi asas yang digunakan adalah kekeluargaan walau tetap tegas dan terbuka pada kondisi riil yang ada tidak menutupi.

3. Tanpa Sita
Bank pada umumnya kegagalan bayar hingga berbulan-bulan menyebabkan bank akan menyita rumah yang dikredit debitur yang kemudian di lelang dengan harga yang seringkali tidak masuk akal hanya sekedar ingin menutup minus keuangan bak semata saja. Berbeda dengan bank Perumahaan syariah tidak langsung menyita namun bekerjasama dengan debitur mencoba menjual rumah tersebut, di mana nanti jika terjual debitur hanya membayar kekurangan bayar kepada developer syariah sisa uang hasil penjualan adalah milik debitur. Inilah kelebihannya bank pada umumnya dengan developer syariah

3 poin utama di atas menjadikan developer syariah menjadi pilihan lain konsumen untuk memiliki rumah karena ada kemudahan di situ yang tidak dimiliki oleh bank.

Namun tentunya konsep baru ini perumahan syariah di Indonesia tidaklah semudah dan segampang yang kita bayangkan. Masih banyak PR developer syariah untuk memperbaiki kinerjanya agar di kemudian hari tidak bangkrut dan juga tidak merugikan konsumen karena kekurangan modal untuk bangun misalnya. Amanah adalah kata kunci dalam setiap transaksi bisnis apapun. Kita memberikan apa yang kita janjikan tanpa berupaya beralasan yang diada-adakan demi menghiba maaf dan keterimaan dari konsumen.

Dan kita para developerpun berharap tiga poin penting itu ke depan bisa dipenuhi pula oleh bank syariah sehingga akhirnya bank syariah bisa menjadi mitra investornya para developer syariah. Karena para praktisi developer syariah masih belum mendapatkan titik temu yang sama dengan bank bank syariah. Semoga indah pada waktunya nanti. Sekarang jalan masing-masing dan tetap saling menjaga ukhuwwah islamiyyah dan semangat bertransaksi dalam tuntunan Nabi kita Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam.

So, mari terus bergerak untuk bertransaksi syariah dengan lebih baik dan lebih baik, bisnis bisa untung dan berkembang, konsumenpun tersenyum karena dilayani dan diberi kemudahan oleh developer, win-win solution sama-sama untung.

Tim Cendana Land

Official Website
Facebook Fanpage
Map Lokasi

 

admin

Writer, business person, Developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *